"Vi, bangunn.." rengek Raisya sembari mengguncang tubuh Alvi pelan. "Bangunn, bantu aku." Namun, guncangannya berganti dengan ciuman bertubi-tubi yang ia layangkan ke bibir Alvi kala pria itu tak kunjung bangun. "Bangun." "Ada apa, dear?? Kenapa kamu bangunin aku? Ini masih malam. Tidur lagi ya." Alvi menarik tubuh Raisya ke dalam dekapannya dan melilitkan kakinya ke tubuh Raisya sampai wanita itu sulit bergerak. "Alvi. Bangun dong. Aku mau mie ayam. Beliin." Pria yang tadinya menyembunyikan wajahnya di leher Raisya segera mendongak, menatap wajah cantik istrinya tersebut dengan tatapan sayu akibat masih mengantuk. "Kamu lapar?" "Iya. Makanya cariin makanan di luar." "Kenapa gak minta pelayan aja yang buatin, dear?? Ini sudah malam loh. Gak akan ada toko yang buka." "Pasti ada! Pokok

