Part 30

919 Words

"Ih, makanan ini terlalu hambar. Bisa masak gak sih pelayannya???" Raisya mencak-mencak sendiri kala makanan yang dibuatkan para pelayannya tidak terasa enak di lidahnya. Alvi yang juga memakan makanan tersebut menghela nafas. Perasaan makanannya oke-oke saja. Lidah istrinya bermasalah kali ya? "Seenak ini kok dikatain hambar, dear. Kamu demam ya??" Menyentuh dahi Raisya dengan punggung tangannya. "Gak panas kok." gumamnya kemudian. "Heh! Makanan hambar gini kok dibilang enak?? Sakit kamu, hah?!" "Kamu yang sakit kali, dear." "Gak! Aku sehat-sehat saja." "Terserah kamu aja lah. Lanjut makan lagi, itu belum seberapa yang masuk ke dalam perut kecilmu itu." Dentingan sendok yang keras membuat Alvi terlonjak kaget, begitu pun dengan para pelayan yang bertugas. "Aku gak mau makan makanan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD