setelah cekcok mulut bu minah pergi duduk termenung di perahu miliknya dia meratapi nasib yg begitu sulot menimpa dirinya bahkan sang putri tertuanya dari dua bersaudara meminta lanjut sekolah ke jenjang sma dia ga mampu, perkataan dari kedua putrinya yg tak mengerti dengan keadaan, memaksa untuk lanjut sekolah mengagnggap bu minah jahat orang tua yg tak mengerti perasaan putri putrinya, membuat hati bu minah hancur lebur.
"ehmmmm kenapa kamu ini dek, ko bengong sendirian, entar kesambet baru tahu" ujap pak peru dari pinggir tangkahan tempat berhenti perahu para nelayan, suara paperu yg tiba tiba membuat bu minah terkejut.
"eh abang, aku bingung bang gimana caranya untuk menjelaskan pada risma agar dia mengurungkan niatnya masuk sma, sekaligus dia mau bekerja keluar megri untuk membantu ku membiayai hidup yg semakin sulit" bu minah menjelaskan semua kepada pak peru sang abang. berharap ada jalan keluar.
"udah gausah terlalu dipikirkan, nanti aku coba berbicara pada putrimu, ayo kita duduk di kedai sambil minum kopi" ucap pak peru sambil melangkah pergi menuju
ke kedai kopi yg ada di ujung tangkahan. di ikuti bu minah dari belakang.
************************
"udah lah kak ga isah lebay, walai kamu nangis terus itu ga bisa merubah nasib" ucap desti sambil duduk diranjang samping tubuh risma yg telungkup sambil menangis.
"tapi dek aku ga mau harus jadi b***k di negri orang" ucap resti sambil bangkit terduduk dan menyeka air matanya yg membasahi pipinya.
"kalou masalah itu kita pikiri nanti, agar kakak bisa kerja di indo" jelas desti mencoba memberi inopasi kepada risma.
"desti....risma....tok...tok....tok" ucap seseorang dari luar rumah sambil mengetuk ngetuk pintu rumahnya.
"siapa lagi yg datang, apa ga tau kakaku lagi nangis" gerutu desti sebal, membuat risma sedikit tersenyum melihat kelakuan adiknya desti.
"emang kamu dah tulis pengumuman di depan pintu, dilarang bertamu kakaku lagi nangis gitu"acap risma sembari tersenyum kecil.
"ih semua nya bikin aku betek aja" ucap desti sebal sambil bergegas pergi membuka pintu.
"eh desti ,risma nya ada des" tanya galif dengan sedikit senyum memudar.
ada emeng kenapa? jawab desti dengan muka jutek.
"aku cuma mau nanya aja,jadi enggak dia merusin sekolahnya masuk sma" ujar galif dengan lembut.
risma yg sembari tadi mendengarkan daridalam kamar mulai bangkit dan bergagas keluar dari kamar untuk menemui galif yg lagi bicara sama adiknya desti.
"aku ga di ijinin nerusin sekolah aku dusuruh kerja ke luar padahal aku ga mau kerja di negri orang" jelas risma yg baru keluar dari kamar.
"oh gitu, kalou kamu ga mau kerja di negri orang kamu kerja di kota aja" ucap galif mencoba mencari solusi untuk risma agar tida mengikuti ke inginan orang tuanya untuk kerja di luar negri.
"emang gampang cari kerja di kota apalagi gak ada kenalan" jelas desti sembaru memegang tangan riama sang kakak.
"aku punya kenalan yg punya toko baju kamu mau ga kerja jaga toko" ucap galif sedikit memberi cela untuk risma kerja di kota.
"lebih baik kita bicara diluar biar tak terdengar oleh ibu" desti mengajak galif dan risma untuk pergi dari rumah untuk membicarakan masalah tentang kakaknya.
mereka bertiga pun pergi kesebuah tempat yg aga jauh dari rumah untuk berbicara serius tentang kelanjutan desti.
*********************
"bu ada yg ayah mau katakan ama mu" ucap pak peru lirih ingin bertanya tentang risma.
"apa yg ayah mau katakan mamah lagi ngurusun orang yg mau pergi keluar" jawab bu yunita isteri dari pak peru.
"gini mah, adek ifar mu bu minah, dia gak bisa membiayai putrinya untuk melanjutkan sekolah ke sma" ucap pak peru sedikit ragu, takut kalou sang itri akan marah.
"jadi maksudnya dia mau pinjem uang ama kita gituh yah" ucap bu yunita dengan kerutan di wajah.
"bukan gituh mah, maksud bu minah ia ingin memperkerjakan putrinya keluar negri, mamah bisa bantu ga" jelas pak peru kepada sang istri.
"oh gitu, bisa yg penting dia setuju, dan putrinya mau kerja diluar, karna kalo gabetah nantinya dia gak bisa pulang, karna tempat kejanya jauh" papar bu yunita menjelaskan kepada pak peru
"tapi mah mereka tak punya uang untuk biaya pengurusan keberangkatan putrinya si risma" pak peru mencoba meminta sang istri untuk nolong adiknya masalah uang pengurusan kerja keluar.
"itu gampang ko yah, yg penting mereka mau sistim potong gaji, kita bisa peroseskan"
"emang berapa lama waktunya sekaligus gimana cara pemotonganya biar ayah bisa jelasin ama bu minah"
"cara potonganya gini lo yah, selama enam bulan di potong lima puluh persen, habis dari itu baru gaji pull akan di terimanya" bu yunita menjelaskan bagai mana cara pemotongan gaji untuk biaya keberangkata.
pak peru yg sudah mengetahui masalah keberangkatan dan apa saja sarat sarat yg di perlukan untuk keberangkatan risma dari ibu yunita yg melainkan istrinya sendiri, pak peru bergegas pergi dari rumah untuk menemui adiknya bu minah, berencana mengasih tau bagai mana caranga dan biayanya untuk risma pergi kerja keluar negri, pak peru mendatangi rumah buminah, namun rumah buminah kosong tak ada satu orangpun yg ada di dalam rumah buminah.
"kemana semua orang ni kok ga ada satu pun yg ada dirumah apa mereka pergi kehutan mencari kayubakar" gerutuk pak peru berbicara sendiri, pak perupun bergegas pergi menuju ketangkahan yg biasa perahu buminah bersandar.
"mungkin mereka ada di tangkahan" ucap pak peru lirih sambil menunggangi sepeda motornya.
sesampainya ditangkahan pak peru turun dari motornya celangak celinguk melihat kiri kanan. semua sudut tangkahan di pandangnya hingga akhirnya dia melihat perahu buminah yg bersandar di tepi tangkahan.
namun ibu minah tak ada disana
"pak peru kenapa berdiri di situ, apa yg bapa cari" teriak manto dari sebrang jalan.
"aku lagi cari bu minad adek ku, ada kamu liat" teriak pak peru sembari berjalan kearah manto
"dari tadi saya duduk di kedei ini, saya ga liat ibu minah kemari pak" jawabnya sambil menunjuk kedai dipinggir pasar tempat tadi dia minum kopi,
"emangnya ada apa, tumben pak peru cari ibu minah" tanya manto sedikit bingung melihat gelagat pak peru yg mencurigakan.
"risma kan mau kerja ke luar negri, jadi aku mau ngasih tau sarat dan caranya gimana" ucap pak peru menjelaskan kepada manto, manto yg mendengar berita itu langsung terperangah kaget tidak kepalang dengan berita yg disampaikan pak peru