keputusan sang ibu

1008 Words
"ahah mau nemui desti tapi udah tidur padahal aku mau beliin dia sesuatu buat kenagan seru galif membatin."apa aku datang kemalaman nya tapi baru jam 8.gak biasanya ada apa ya hati galif bertanya taya penuh penasaran,apa aku pacaran sama risma aja grutu gslif. rismapun datang dari dapur membawa segelas kopi. "ini bang kopi nya silah kan diminum" seru risma denyan wajah berseri seri, oh ia ris seru galif sambil melihat wajah risma. risma yg dandan memakai baju kaos warna kuning ,rok mini rambut yang panjang ya ter urai mempesona pandagan galif. "bang...bang bisa gak aku minta tolong sama abang! "tolong apaan ris kayak abang kantor polisi aja setu galif namun matanya menuju ke kaki risma yg terbuka dengan pakai rok mini menggoda perhatian galif."gini bang besok kami menyambil izasa jadi kami bayar 2ratus ribu buat menebus izasa" oh kirain tolong apaan pekik galif ,galifpun bigung mau jawab risma karna dia mau beliin sesuatu ama desti,dia tak rela kalah saing dengan manto,cowok muda inipun bimbang memilih cintanya dia cinta sama risma tapi tak rela melepaskan desti denyan sahabat nya itu. namun dengan gaya risma yg menggoda hatinya ahir nya dia memutuskan memberikan uang pada risma .ris kamu setelah lulus smp ,sma nya dimana?..tanya galif dengan wajah penasaran.(aku tak nyambung bang mau cari kerjaan aja.seru risma dengan lemas.( loh kenapa ris kalau juma tamat smp mah mana ada kerjaan, kalau risma mau kita nikah aja yuk seru galif sambil tertawa"ih abang bisaya bercanda segala aku dah sedih tak nyambung malah abang bisanya bercanda seru risma sambil tertawa tipis" galip memegang kedua tangan risma,ris kalau kamu mau nikah sama abang abang maukok ,kamukan bisa ikut abang ditambak! abang serius lo ris" " emang nya abang mau masuk agamaku? pekik risma . (kamu lah ris yg ikut agama abang seru galif singkat.) "ah udah lah bang jagan dibahas lagi kalau abang benar benar sanyang amaku bending abang sekolahin aku sampai sma kalau bisa kuliah masih muda uda aja nikah udah abang pulang sana dah terlarut malam besok aku mau sekolah.seru risma dengan wajah sedikit jemerut. setiba pagi hari risma pun pamitan pada buk minah(buk kami berangkat sekolah ya buk! )dengan mencium tangan ibu kedua anak inipun bergegas pergi kesekolah dengan keadaan pagi hariyg sedikit mendung ..hujan rintik rintik pun turun bembuat hati buk minah bingung ,"apalah hari ini uang untuk belanja.seru buk minah membatin. " risma pergi dari hadapan ibu ya. "loh ris uang izasamu gimana ,apa kamu lupa" inggak lupa kok buk seru risma. "kalau tak lupa napa kamu tak minta sama ibu? " "udah ada buk dari bang galif" "sukurlah, ahirnya ada uang untuk belanja hari ini.uang dari bang peru bisa buat belanja hari ini, aku bisa tidak pergi ke hutan hari ini kebetulan hari ini ujan aku bisa libur kerja" seru ibu mina "setiba disekolah desti duduk sambil termenung. "woii..termenung aja entar kesambat setan baru tau rasa lo..."seru jojor sahabat desti ,"emang kenapa lo.." ini mah aku lagi bigung minggu kemarin aku jalan jalan sama cowok ku ,dia mengatakan cinta nya sepenuh hati nya,tapi tadi malam dia datang malah dia menemani kakakku,aku kan jadi kesal!.seru desti. "oh jadi kamu udah punya pacar ,kirain kamu mikirin ujian kita ini.,emang nya kamu cinta sama tu cowok des?".seru jojor. "kalau dibilang cinta sih enggak tapi aku cemburu melihat dia bermesraan dengan kakakku sendiri" oh itu namanya cinta monyet des! seru jojor sambil tertawa terbaha baha,"ih apaansih kamu pikir aku munyet" destipun meranjak pergi kekantin meninggalkan sahabat nya sendirian diruangan kelas. teng..teng teng bel berbunyi semua murid murid memasuki kelas masing masing, dan ibu guru ,bapak guru memberikansoal ujian, semua murid tertip menyisi soal ujian. setelah selesai merekapun dibolehkan pulang. sementara anak kelas sembilan menerima izasa karna mereka yg terdahulu ujian. "risma! seru buk guru "risma pun maju kedepan .ini izasamu ,dan mana uang nya kamu bawakan?"seru ibu guru . "ia buk ,sambil memberikan uang nya. "ya sudah siapa yg sudah menerima izasanya boleh pulang" seru ibu guru kepada para murid. setelah tiba dirumah risma dan desti saling bertanya, "gimana ujianmu des, bisa kamu jawab semu soal soalnya" taya risma sambil duduk di kursi sambil meletakan izasanya di meja. "bisa kok kak" jawab desti singkat sambil matanya melirik izasa milik kakaknya yg diletakan di meja. "gimana nilai ujian akhir kakak bagus ga" seru desti sambil memegang izasah risma. "lihat lah sendiri kan kamu pegang izasa ku" ucap risma lirih mukanya sedikit kusam dan layu. "wah bagus kali nilai mukak, kakak bisa masuk sma negri kalo gini nilainya" seru desti sambil tertawa bahagia melihat hasil ujian akhir milik kakaknya. "ehemmmmm....pada lagi ngomongin apa asik bener ceritanya" seru bu minah datang dari dapur. "ini bu liat hasil ujian akhir kakak risma, hasilnya bagus banget, kalou daftar sma negri udah pasti masuk gakan di tolak" ucap desti dengan penuh kegembiraan merasa senang sang kakak mempunyai hasil bagus dan ada harapan untuk maneruskan sekolah ke sma. "iya bu aku ingin meneruskan sekolahku ke sma soalnya nilaiku bagus kan sayang bu kalou gak dilanjutkan, mau jadi apa aku kalo cuma lulusan smp" bujuk risma penuh harap supaya sang ibu mau mengijinkan dia melanjutkan sekolahnya. "sudah...sudah diam kalian semua emangnya sekolah itu milik bapakmu, bisa geratisan semuanya, kita orang susah jangankan untuk biaya sekolahmu untuk makan aja susah" pekik bu minah dengan mata melotot tangan bersimpai di pinggang. "tapi bu kalou aku ga lanjut sekolah ku aku mau kerja apa, aku gak mau harus terus kehutan sedangkan hutanpun udah habis dibeko jadi perkebunan" ucap risma memelas pada sang ibu berharap hati sqng ibu bisa luluh dan berubah pikiran "gausah kamu pikirkan masalah kerja, ibu sudah bicara ama pak peru, paman mu setelah lulus kamu akan kerja keluar negri jadu tkw (tenaga kerja wanita)" seru buminah dengan nada yg kencang dan muka yg begitu serius "aku gamau jadi b***k di negri orang, aku ingin lanjut sekolah" pekik risma dengan airmata membasahi pipinya, risma berlari kekamar membantingkan badanya ke tempat tidur sambil menangis dia takuasa melawan keputusan sang ibu. "ibu jahat, ibu berubah dari yg dulu begitu baik kini ibu begitu jahat apa salah kami bu" teriak desti sambil berjalan kekamar.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD