yatakan cinta

1001 Words
mereka berdua menaiki motor masing masing menuju kerumah desti. dengan hati penuh harap cinta nya akan diteri.'motor tua nya yang udah kusam melaju cepat melewati yg dipenuhi lubang. sesampaiya dirumah desti mereka turun dari motor nya sembari berjalan mendekati rumah desti "tok...tok .."suara pintu diketuk "asalamu alaikum" teriak manto dari luar pintu. berharap desti yg membuka pintu "emmh cari siapah bang" tanya desti kepada manto, manto yg terpesona melihat kecantikan desti hanya diam membisu seribu bahasa sembari melihat desti yg berada di depan pintu "wah ayu tenan nih cewek" gumam manto membatin sambil matanya tak berkedip "mau ketemu kamu" ucap galip yg berada di belakang manto dengan bibir tesenyum menggoda "oh..... mau ngapain" tanya desti malu malu kucing "masa ngomongnya diluar" ucap manto sembari matanya melihati desti terus "ada tamu ko ga disuruh masuk des" pekik sang ibu dari dalam rumah "masuk lah bang kedalam" ucap desti dengan muka jutex nya. merekapun masuk dan duduk diruangan tamu dengan beralaskan tikar di lantai. "ini bang minumnya" seru risma yg baru muncul dari arah dapur membuat mulut manto terperangah dan matanya melotot semacam mau jatuh "gila... pantasan galif betah kesinih terus ade kakak cantik bener" manto membatin sembari geleng geleng kepala "wah....ada bidadari kok kamu makan sendiri, jangan serakah bro" bisik manto kepada galif. namun galif tak ambil pusing dia hanya tersenyum kecil "kok tehnya cuman diliati aja, diminum lah bang" pekik risma sembari tersenyum menggoda "ii..iyah" jawab mereka berdua hampir bersamaan. cerita dan canda tawa diantara mereka berempat membuat suasana semakin seru. di sela sela canda dan tawa, galif memanpaatkan kesempatan yg ada dan menarik tangan risma sambil berkata "ris kita kedepan yu, ada yg mau aku bicarain" bisik galif sembari menarik tangan risma, risma takbisa menolak. dia mengikuti galip dari belakang. sesampainya diluar haya mereka berdua, galif memberanikan diri mengungkapkan isi hatinya "ris kamu mauga jadi pacar ku" kata galif dengan penuh hara. "siapa yg gamau jadi pacar cowok ganteng macam kamu, tapi jual mahal dikit ahh" gerituk risma membatin "tapi abangkan pacarnya adiku" pekik risma dengan wajah pura pura jutek, biar ga kelihatan cewek gampang "desti jutex terus amaku, berarti kan dia tak menaruh hati amaku" ujar galip sembari memegang tangan risma "makanya aku nembak kamu ris" lanjut galif dengan penuh harap "jadi maksudmu aku pelampiasan gitu" pekik risma sambil menyingkirkan tanganya dari genggaman galif, namun galif tak mau menyerah gombalan dan rayuan terus diluncurkan. sampai akhirnya risma menerima cintanya. disisi lain manto dan desti masih asik bercerita di dalam rumah mantopun terus bercerita .namun pokok utama cerita mereka tentang galif. "kamu tau gak des galif cinta sama kamu" seru manto "dia sampai gak bisa tidu " "masak sih bang " seru desti sambil melihat mereka berdua yg lagi di teras luar "iya...lo...des masak abang bohong"seru manto. "ah...bukti ya dia sama kak risma tuh di luar"kata desti sambil menunjuk kearah luar " kalau dia sukak sama ku tak mungkin kan dia ama kak risma di luar"seru desti melanjutkan perkataanya "walh kok bisa, sebenarnya siapa yg dia suka" gerutuk manto membatin "ayo .... coba jawab bang kenapa dia berduaan sama kak risma di luar" paksa desti sembari menepuk meja kesal "gi mana sih galip nih kok bisa ya dia berpaling dengan kakaknya "gerutu manto membatin "duh.... gimana lagi menjelaskan yah sama kamu, sekarang aku jah jadi bingung" ucap manto sembari menepuk jidatnya "udah...lah.... untuk menghibur hatimu, makan bakso jah kita di tempat mang udin" lanjut manto berkata, dengan penuh harap desti mau diajak "maksud abang, mang udin yg punya kantin rosso" jelas desti sembari berdiri "iya....yg dekat kantor polisi tuh, mauga" ucap manto sambil ikut berdiri "engga ah bang" jawab desti tersenyum dikit "ko...engga, engga gimana" jawab manto simpel "yah...maksudnya engga.... nolak gitu bang, masa rejeki ditolak" ucap desti sambil nyengir kuda "yaudah klou mau aku pamitan sama ibu" unjar manto sembari berjala kearah ibu minah untuk meminta ijin bawa desti ke lantin rosso yg tak pala jauh dari rumah merek "bu pinjem destinya boleh kanbu" tanya manto sembari tersenyum malu malu "mau kemana" ucap bu minah dengan muka yg dingin "mau kekantin rosso bu, tempatnya gajauh dari sini kok" ujar manto penuh harap "yaudah, hati hati dijalan, kakak mu mana tadi des" ucap bu minah dengan nada aga tinggi, muka yg masam "entah aku gatau bu, tadi mereka diluar tapi sekarang dah ngilang aja"jawab desti sembari melangkah keluar "kami pergi dulu ya bu" lanjut desti sembari melanjutkan langkahnya yg di ikuti manto dari belakang "iyah....suruh kakak mu cepat pulang, gak ada tatak ramah mainpigi aja jadi ibu ni meraka pikir batu apa" tegas sang ibu murka. tidak lah lama mereka sampai dikantin rosso. danlangsung memesan makanan dan minuman. langsung duduk di saung yg sudah disiapin. "eh itu kan galif ama risma" sentak manto sambil menunjuk kearah saung yg didepan mereka "walah makan kok ngajak ngajak" lanjut manto sembari menggeleng gelengkan kepala, desti yg melihat langsung keluar dari saung tempat duduk mereka berjalan kearah saung galif dan risma, "kak kamu disuruh ibu cepat pulang" ucap desti dengan muka kecutnya, "mau ngapain, terus kamu ngapain disini" jawab risma sewot mendengar perkataan desti yg dianggapnya mengganggu kencan mereka "ya...mau makan bakso, emang kalian aja bisa makan" ucap desti dengan wasah yg masam melebihi cuka "yaudah kita sama pulang aja nanti, kan sama sama makan bakso" ujar desti lembut mencoba merayu sang adik "emmhh kalian pikir aku mau sama ama kalian" gerutuk desti dalam hati "terserah, soalnya ibu nyariin kakak tadi dan disuruh cepat pulang, ibu sangat marah melihat kalian pergi diam diam" tegas desti sambil kembali ke saung tempat duduknya bersama manto galif yg mendengar perkataan desti langsung memutuskan untuk kembali kerumah desti takut buminah marah besar, "udah kita pulang aja yuk" ucap galif dengan nada lembut merayu risma agar mau diajak pulang "tapi kita baru nyampe makan baksopun belum bang" jawab risma "udah kita bungkus aja, biar makan sama ama ibu" ucap galif sambil memanggil pak udin "pak udin, tolong bungkus basonya 3" teriak galif dari dalam saung "ga jadi makan disini, dibungkus aga gituh" saut pak udin sang pemilik kantin rosso
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD