"Kamu mau kemana lof ko beres beres baju segala" ucap manto kebingungan mel8hat tingkah galif.
"yah kamu ketinggalan jaman man, ceweknya kqn mau pergi kerja di kota ya dia mau ikut nganterin lah, biar kaya pahlawan kesiangan dikit gitu" candaan augus kawan mereka berdua yg sedang berada di tempat kerja. membuat manto tertawa lepas.
"ah.... gimana kalian ni teman lagi berusaha, bukanya di bantu malah di pojokin" ucap galif sedikit sebal melihat prilaku kedua temanya.
"walah... orang yg lagi jatuh cinta emang emosinya tinggi baru gituja udah marah sensitip amat" celetuk manto sambil menepuk pundak galif.
"tenang aja bro kami pasti dukungin kamu untuk dapetin risma, yg pasti kamu harus dapatin dia" ucap agus menyemangati sang kawan karibnya.
"amin....., kalou gua gabisa luluhi dia gimana" tanya manto dengan lemas semangan epat lima yg dia miliki mulai tergoyah kan.
"tenang aja bro bila jalan ini masih tak bisa ngeluluhi cewek idamanmu masih ada tiga cara lagi yg mantap tinggal kamu pilih mau yg mana" ucap manto bibirnya sedikit menjungking keatas.
"apa tuh gus kasih tau dong bukan hanya galif yg ingin aku juga mau dong" ucap manto berharap dirinya bisa memiliki cinta dari risma. galif hanya duduk di bangku yg terbuat dari bambu mendengar agus dan manto berbicara. ia ingin sekali bertanya gimana caranya pada agus namun rasa malu dihatinya begitu besar sehingga dia mengurungkan niatnya dan hanya jadi pendengar saja.
"untuk meluluhkan hati seorang perempuan tuh gampang. hanya ada tiga cara pasti cewek takan nolak cinta kita" ucap agus sambil berdiri dari duduknya berjalan mondar mandir seolah guru yg lagi ngasih pelajaran pada murud muridnya.
"apaan tuh......." sentak manto dan galif bersamaan.
"wih......udah macam paduan suara aja" ucap agus terheran.
"udah tinggal bilang aja kenapa sih harus berbelit belit udah tak sabar ni" ucap manto sambil nyengir kuda membuat agus dan galif berpikiran negatip.
"hus nikah belum udah main gak taha aja, halalin dulu baru bisa" sentak galif sewot mendengar perkataan manto.
"apalagi yg dihalalin lif, ini tuh udah halal" ucap manto sambil menyeringis.
"halal darimana dari hongkong" pekik agus tak senang mendengar perkataan dari manto, agus berpikir akan melakukan hal yg tidak tidak sama desti yg masih bertetanggaan dengan rumahnya.
"duuuuuuuuut" suara menggelegar keruar dari arah p****t manto membuat agus dan galif melompat menjauhi manto.
"s****n kamu man, udah baunya kaya bangkai tikus" pekik agus sambil menutupi idungnya dengan kuat.
"abis kamu lama banget bilangnya, masih ngomongi halal ga halal, udah ku bilang inituh halal masih terus ngulur waktu akhirnya kan dia keluar juga deh" papar manto sambil tertawa lepas.
"haha haha haha" suara manto yg tertawa begitu asik.
"udah udah terus caranya gimana gus soalnya kamu kan udah punya istri tentu lebih pengalaman dari pada kami"ucap galif memberanikan diri bertanya pada agus.
"baiklah kita kembali ke leptop, ingat kalian baik baik ya anak anak" ucap agus kembali berlaga seperti guru di sekolahan.
"siap pak guru" teriak kedua kawanya dengan serius mendengar celotehanya.
"cara untuk meluluhkan wanita tuh gampanh ada tiga cara dan yg ke empat itu pamungkas" ucap agus sambil mengangkat tanganya menunjukan tiga jemari ditambah satulagi.
"yg ke satu buat dia penasaran, masih tak bisa pakai yg kedua. kasih dia bunga cuman jangan bunga melati atau mawar apalagi bunga bangkai," ucap agus penuh semangat membuat agisdan galif merasa bersemangat mendengarnya.
"jadibunga apa dong yg dikasih" tanya manto penasaran dengan ucapan agus.
"ah b**o banget kaliantuh, yah bunga bank lah" tegas agis membuat manto dan galif mengangguk ngangukan kepala.
"kalou masih gak bisa gimana" ucap manto polos ingin tau langkah selanjutnya.
"masih gabisa baru langkah terakhir cinta di tolak dukun bertindak" teriak agus sambil nyengir kuda
"betullllllllll" jawab manto dengan singkat seraya tertawa lepas.
"ah sekarang dukun bayak dukun cabulnya yg ada malah kita diporotin" ucap galif menghembus napas panjang.
"jadi yg pamungkas apaan dong gus biar kami tau" ucap manto penasaran.
"yg terakhir naiki dia duluan pasti dia akan ngejar ngejar kalian tapi inget yg terakhir tuh bukan untuk main main kalian harus tangung jawab menikahinya kalou tida itu dosa besar" papar manto dengan muka yg begitu serius.
###################
bu minah lagi duduk santai berbagi cerita dan pengalaman kepada kedua putrinya, bagai mana dirinya semasih gadis dan bagai mana pengorbanan sang ayah yg telah lama meninggal, untuk menak lukan sang ibu. rentetan cerita dan kebahagiaan yg begituh indah tampak di wajah mereka bertiga senyuman indah penuh kebahagiaan.
"wah lagi asik ni cerita, suara tawa kalian mengema sampai jalan sanah" ucap pak peru tanganya sambil menunjuk ke arah jalan.
"eh abang tumben datang kemari ada perlu apah nih" saut bu minah dengan ramah senyuman manis tampak di wajahnya.
" duduk bang biar kita minum dulu" ajak buminah sambil menarik kursi pelastik meletakanya di dekat pak peru.
"ada yg ingin aku sampai in ama kamu dek" ucap pak peru lirih sambil mengedipkan mata se belah takut ketauan sama kedua putri bu minah.
ibu minah mengerti apa maksud pak peru dan langsung menyuruh kedua anaknya untuk pergi dari dekatnya secara tak langsung.
"ris tolong buatin kopi untuk pak peru sekalian untuk ibu" ucap buminah menyuruh desti untuk membuat kopi di dapur.
"baik bu" jawab risma singkat sambil bergegas pergi kedapur.
setelah risma berlalu pergi buminah mencari ide untuk menyuruh desti.
"oh iya ibu lupa, di dapur ada pisang kamu bikin goreng pisang gi des, biar ada kawan minum kopi kita" ucap bu minah membuat alasan menyuruh desti.
"siap bu aku akan bikin goreng pisang sepesial untuk kita makan dan wa peru" tegas desti srmbari beranjak pergi kedapur. setelah desti dan risma di dapur bu minah langsung bertanya kepada pak peru tentang ke datanganya kerumahnya.
"apa sebenarnya keperluan abang kemari" tanya bu minah lirih sambil matanya melihat ke arah pintu dapur.
"aku hanya maunanya, udah kamu tanya risma, mau ga dia kerja di luar negri tu, mumpung bulan ini ada beberapa orang yg mau pergi jadi dia bisa langsung ikut terbang" papar pak peru menjelaskan apa maksud dan tujuanya datang kerumah bu minah.
"oh itu, kupikir entah ada masalah apa abang sampai kasih kode seperti tadi bikin kaget aja" ucap buminah sambil menghelai napas panjang.