kepergian risma

1001 Words
pak peru lagi duduk santai sambil menikmati segelas kopi ditemani siaran bola kesukaanya di tv. "pak......udah bapak tanya deminah tentang putrinya risma jadi ga mau ikut kerja diluar nagri" ucap bu yunita sang istri sambil duduk di samping pak peru. "tadi pagi bapak ga ada jumpa di tangkahan, makanya bapak belum sempat nanyainya ama minah" tegas pak peru kepada sang istri, "ih.....gimana bapak ini, bantu ko tanggung tanggung" pekik bu yunita sambil bersandar. "bikan gutu lo bu, besok atou nusa kan bisa bapak nanya in soal ini" "gabisa lo pak, mumpung bulan ini ada sekitar sepuluh orang mau berangkat, jadi kalou bisa risma berangkat bareng mereka jadi gak perlu waktu lama menunggu" "oh iyah kaya gituh tunggu sebentar habis main bila bapak akan pergi kerumah bu minah" jawqb pak peru begitu semnagat. "yaudah ibu tunggu kabarnya dari bapak, ibu pergidulu yah pak" ucap ibu yunita sambil beranjak pergi. "emangnya ibu mau kemana" tanya pak peru sambil matanya melihat ke arah tv. "ke tempat arisan di kampung sebelah" ucap bu yunita sambil mengeleng gelengkan kepala melihat pak peru yang asik melihat tv. "hadeh kalou udah nonton bola isteri ngomong malah dicuekin" gerutuk bu yunita membatin mukanya cemberut kesal. ************************** "ris jadi kapan kamu berangkat ke kota" tanya bu minah lirih kepada sang putri. "ga tau bu, soalnya desti belumpulang apa dan kapan beritanya tentang keberangkatan ku" jawab risma sambil matanya melihat kejalan berharap desti sang adik cepat pulang membawa kabar yg bagus. "kapan pun kamu berangkat ris, ingat perkataan ibu jaga diri baik baik, ibu ga bisa ngasih kamu apa apa ibu hanya bisa ngasih kamu do'a" ucap buminah sembari duduk lemas tak bersemangat di soffa. "bu, do'a mu yg paling berharga untuk ku, dari pada emas berlian yg ibu beri" papar risma memcoba memberi semangat yg baru kepada sang ibu. sambil kedua tanganya menggenggam tangan ibunya dengan erat. rasa iba dihatinya risma muncul saat melihat sang ibu yg murung seakan hilang keinginannya untuk hidup. "bu, ibu kenapah, marah amaku karna aku gak mau kerja di luar negri" risma memberanikan diri bertanya kepada sang ibu. namun bu minah hanya terdiam merenung meratapi nasib yg menimpah ke hidupan keluaga kecilnya. "kenapa semua harus seperti ini yatuhan" gerutuk bu minah membatin matanya mulai berkaca kaca. "kalou karna itu bu aku akan membatalin pergi ke kota dan mengikuti kemauan ibu untuk kerja di luar negri, aku ga mau liat ibu kaya gini" sekali lagi desti memberanikan diri untuk berbicara sama sang ibu sambil berdiri untuk bergegas menyusul desti, "aku pergi bu nyusul desti untuk bilang aku ga jadi kerja di kota"risma melanjutkan perkataanya sambil beranjak pergi, namun langkahnya terhenti saat ibunya memegang tanganya dan menahan risma untuk tida pergi. "pergilah nak kerja dikota kalou itu yg kamu inginkan, ibu hanya malu tidak bisa membuat mu menikmati sekolah seperti anak yaang lain, masihmuda umur mu namun kamu harus terpaksa bekerja" papar bu minah dengan suara bergeretar. airmatanya mulai jatuh membasahi pipinya. "ibu jangan merasa malu, aku bahagia mempunyai seorang ibu yg telah membesarkan kami tanpa kehadiran seorang ayah, ibu adal ibu yg paling baik untuk kami berdua"pekik risma sembari memeluk erat sang ibu. "aduhhh.....aduh, belum berangkat udah peluk plukan aja gimana kalou dah berangkat pasti langsung pingsan" ucap desti sambil ketawa ketiwi. "apa katanya des" ucap bu minah bertanya kepada desti sambil menyekak air matanya yg tadi menetes, "katanya kalou ga nanti sore besok pagi tante erin akan menjemput kak risma kesini" ucap desti menyampaikan berita yg di dengarnya langsung dari tante erin dengan penuh semangat. "makasih tuhan engkau udah kirimkan orang baik untuk membawa putri ku kerja di kota" ucap sukur kepada sang maha kuasa terlontar dari mulutnaya, senyum bahagia mulai tampak dari mukanya. tawa dan canda mulai mewarnai rumah mereka yg dari kemarin suasana yg begitu dingin dan mencengkram. mambuat ketegangan satunsama yg lainya kini mulai sirna dan pudar terhapus rasabahagia dan canda gurau yg akan mengirinfi kepergian risma ke kota. "jadi kak kalou udah sukses nanti kakak kerja di kota, jangan lupa nyasih kabar sekaligus hadiah untuk adek mu ini yg sudah banyak membantu mu, dan ibu yg sudah mengijin mu pergi ke kota" ucap desti sambil meremas remas tanganya. "tenang aja dek, bila aku berhasil nanti aku akan bangun rumah kita ini supaya lebih layak lagi untuk dihuni, aku ga akan biarin ibu kehutan lagi untuk cari kayu bakar lagi" papar risma sambil memeluk erat sang ibu tercinta. sekilas terpintas dalam benak dan pikiranya iya sudah berhasil kerja di kota pulang ke kampung halamanya memakai mobil mewah dan baju yg begitu indah sepatu hak tinggi menghiasi kakinya. "jadi hadiah untuku apa kak" tanya desti penuh pengharapan mendapatkan hadiah yg luar biasa dari sang kakak. "dan untuk adeku tercinta ini, nanti kakak akan membawakan yg begitu banyak untuk mu dek" ucap risma sedikit berteka teki, membuat desti bingung dan bertanya serta menjawabnya sendiri dalam hatinya. "apa...yg akan di kasih kakak untu ku, hp, tas, sepatu, atau uang. soalanya di bilang banyak" gerutuk desti dalam hatinya sambil tersenyum senyum sendiri desti membayangkanya matanya melihat keatas langit langit rumah. "kamu kenapa dek" tanya risma heran melihat adiknya bengong sembari tersenyum senyum sendiri. "kamu udah gila ya" lanjut risma berkata membuat bu minah tak tahan lagi menahan tawanya dan tertawa lepas. "enak aja bilang aku gila aku lagi bayangin kakaku pulang dari kota dan aku di bawain hadiah yg banyak" ucap desti sewot tak terima dibilang gila. "emang kakak mau kasih hadiah apaan untuku" tanya desti dengan muka yg begitu penasaran. "kakak kan udah bilang mau bawain hadiah yg banyak buat adek tercinta ku ini" ucap risma sambil mencubit pipinya dengan gemas. "apaan hadiahnya kak bilang dong, aku jadi penasaran" ucap desti semakin ingin tau apa hadiah yg akan di kasih. "yah.... namanya yg banyak ya udah pasti baju kotor ku selama aku dikota yg gabisa kucuci, tolong nanti cuciin ya"ucap risma sambil tertawa lepas. "ih kakak jahat, siapa yg mau dikasih hadiah nyuciin baju koto, yg ada aku buang tuh baju ke sungai" ucap desti sebal dengan jawaban risma. mukanya masam matanya mendelik ke atas
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD