19|| Paviliun

1562 Words

    Arthur dan Shana sedang berjalan di sekitar paviliun rumah sakit jiwa itu. Mereka didampingi oleh ketua rumah sakit yang diketahui namanya adalah Sri Wedari. Kalimat berlogat jawa kental yang diucapkan oleh bu Sri menemani perjalanan Shana dan Arthur. Mereka seperti sedang pergi study tour dengan didampingi pemandu wisata.     Sayangnya mereka sama sekali tak bisa menikmati jalan-jalan sore mereka di halaman paviliun rumah sakit itu yang bahkan memiliki taman yang sangat indah dan menyejukkan. Ada banyak hal yang mereka pikirkan. Mulai dari kesamaan nama salah satu pasien rumah sakit jiwa ini yang meninggal dengan nama Shana, juga tentang apa kaitannya ini dengan Arthur. ***     Shana berdiri di hadapan sebuah lukisan yang tampak usang. Sebenarnya lukisan itu sangat bagus jika tidak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD