BAB 37: Harapan yang Patah

1529 Words

Dinginnya koridor apartemen malam itu seolah meresap hingga ke sumsum tulang, menembus lapisan mantel dan kulit, namun Maria tidak beranjak barang satu inci pun. Ia masih berdiri mematung di depan pintu Unit Nomor Tiga yang baru saja dibanting Michael dengan kekuatan yang sanggup meruntuhkan setiap keping harga diri yang tersisa di d**a Maria. Bibir Maria masih terasa panas, sedikit bengkak, dan berdenyut—sebuah sisa dari cumbuan brutal yang baru saja mereka bagi di atas sofa tadi. Rasa cedarwood yang maskulin, pahit tembakau dari napas Michael, dan aroma duka yang pekat masih melekat di lidahnya, terasa seperti sebuah janji yang baru separuh diucapkan namun sudah diputus paksa oleh kenyataan. Maria menunduk, menatap perban di kakinya yang kini sedikit kotor karena gesekan di lantai ko

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD