Pagi itu, perpustakaan The Blackwood bukan lagi tempat perlindungan bagi Maria Vance Christie. Biasanya, aroma kertas tua dan sunyi yang sakral di antara rak-rak buku mampu membasuh segala kegelisahannya. Namun hari ini, udara di sana terasa pekat, seolah setiap oksigen yang ia hirup telah bercampur dengan debu kesedihan yang menyesakkan d**a. Maria bergerak mekanis, nyaris seperti robot. Jemarinya menyentuh punggung buku, menggesernya ke posisi yang benar, namun tatapannya kosong. Pikirannya tersangkut di koridor apartemen kemarin sore—pada kilat amarah di mata Michael, pada botol obat yang dirampas dengan penuh kebencian, dan pada kalimat tajam yang meruntuhkan setiap inci harga dirinya. “Berhenti menjadi stalker yang menyedihkan!” Suara bariton Michael yang biasanya menenangkan itu

