Kegelapan di Unit Nomor Tiga perlahan-lahan mulai menyerah pada fajar yang pucat dan dingin. Semburat ungu kebiruan di ufuk timur London menyelinap masuk melalui celah gorden, menyinari butiran debu yang menari di atas udara yang pengap. Di atas ranjang besarnya, Michael Elias Thorne perlahan-lahan mulai terseret kembali ke alam sadar dari kegelapan pekat yang menelannya semalam. Kepalanya terasa seolah dihantam palu godam secara terus-menerus. Sebuah denyut tajam yang menyiksa di balik pelipisnya membuat setiap tarikan napas terasa seperti perjuangan. Michael mengerang rendah, mencoba menggerakkan jemarinya yang terasa kaku dan dingin. Ingatannya berantakan; ia hanya ingat rasa mual yang hebat, bunyi kaca yang pecah berantakan di dapur, dan sensasi dingin lantai marmer saat ia kehila

