Author’s POV. Jefri berulang kali mengirimkan permintaan maaf pada Dinda, tapi dia tidak menggubrisnya sama sekali. Tidak, itu bukan karena Dinda sengaja melakukannya. Tapi, itu karena Dinda sedang berada dalam sebuah kelas kuliahnya. Dia selalu mematikan dering ponselnya setiap kali kuliah. Kebetulan pada hari itu. Dia malah kebablasan tidak mengecek ponselnya sama sekali. Karena dia sangat asik bersama dengan teman-temannya. Mereka sedang mengadakan pesta lajang untuk salah satu temannya yang akan menikah beberapa hari lagi. Mereka sedang menikmati serunya canda tawa bersama. Sementara di lain tempat, Jefri terlihat begitu gusar. Tidak ada satu pun pesannya yang dibalas oleh Dinda. Begitu juga dengan pesan yang dia kirimkan pada Pio. Keduanya membuat pikiran Jefri kemana-mana. Sik

