XXII

1988 Words

“Reya ...” Langkah Atreya serentak mundur ke belakang, kaget akan makhluk yang ada di hadapannya. Bak raksasa, namun tidak sampai menyentuh kata raksasa. Makhluk itu bertubuh besar dua kali lipat dari tubuh Atreya. Sekilas makhluk itu seperti manusia pada umumnya, semua sama, kecuali matanya. Matanya ada dua namun cacat di sebelah dan sebelah lain bak anggur yang menonjol dan berwarna sedikit merah seperti orang yang sedang sakit mata. Jari kakinya begitu panjang tanpa alas kaki, rambutnya terjulur panjang hampir menyentuh bahu. Atreya tidak tahu makhluk di hadapannya itu, manusia atau bukan. Dia terlalu berbeda untuk dikatakan sebagai manusia tapi terlalu mirip untuk dikatakan bukan manusia. “Siapa kamu?! “ “Kamu Atreya, kan? “ Atreya tidak bergeming. Tidak menjawab ya atau tidak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD