Bab 22

1043 Words

Atas bantuan Randy, akhirnya aku mendapatkan pekerjaan part time sebagai perawat home care. Dia bilang bahwa dia juga bekerja di sini untuk mengasah keterampilannya sebagai calon perawat ruang OK yang kami idam-idamkan. Aku pun berkenalan dengan pemilik home care yang sudah terkenal di Surabaya, ternyata dia adalah alumni dari kampus kami. Sebuah keberuntungan bahwa aku tidak perlu terlalu lama adaptasi di tempat baru. Gaji yang diberikan oleh si pemilik yang bernama Bu Lilis itu sudah cukup untuk kutabung sebagai uang skripsi dan wisuda nanti.  "Kenapa nggak cari beasiswa aja, Nik?" tanya Bu Lilis saat aku sedang menseterilkan alat-alat rawat luka.  "Susah, Bu ... apalagi kalau kampus swasta. Beda kalau kampus negeri," keluhku. "Oh iya sih ... dulu soalnya Ibu dapet beasiswa itu cuma s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD