Bab 23

1074 Words

Sial! Sial! Sial! Kujatuhkan stik tes kehamilan itu dengan kedua tangan gemetaran dan jantung yang berdegup begitu kencang. Pikiranku seketika kacau, apa yang ingin kuhindari akhirnya tak bisa kuhindari lagi. Benih yang ditanamkan Niguel kini berbuah menjadi sesuatu yang harus aku tanggung seorang diri selama sembilan bulan ke depan. Kuacak rambutku sendiri, tidak tahu harus bagaimana. Mengatakan kepada ayah dan bunda pun percuma, mereka sudah tidak memedulikanku lagi. ' Ketukan di balik pintu toilet pom bensi terdengar lagi. Suara Randy dari luar terdengar cemas, lalu aku membuang tes itu ke tempat sampah lalu mencuci tangan dan keluar dari kamar mandi dengan wajah kusut. Randy yang melihat wajahku membeku, lalu dia merengkuh tubuhku ke dalam pelukannya.  "Aku harus apa?" "Sudahlah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD