Hal yang kubenci ketika harus menjalani pemeriksaan kehamilan seperti ini adalah petugas yang kepo, dulu saat masih praktik di poli kandungan dan mendapati pasien perempuan yang usianya di bawahku sedang hamil, aku selalu mencibir mereka. Namun sekarang, semua itu terbalik, apa yang kucibirkan dulu kini terjadi padaku dan lebih parah. Petugas klinik yang usianya mungkin sebaya, menatap selidik ke arahku dan Randy. Apalagi saat menulis dataku, dia bertanya, "Oh ... sama suaminya, ya, Mbak?" Aku terdiam, bingung harus menjawab apa. Jelas saja dia sedang memancingku untuk mengetahui bahwa kehamilanku ini di luar pernikahan. Apalagi seragam kampus berwarna putih menunjukkan bahwa tidak seharusnya mahasiswa memeriksakan dirinya ke klinik kandungan. Ah! Bodoh! "Ya, kenapa?" sahut Randy yan

