20 menit berlalu,
Semua telah menyelesaikan makan malam nya. Dan mulai kembali ke pokok utama diadakannya pertemuan malam ini.
"Aldy, ira, kalian udah taukan maksud dari pertemuan kita malam ini?" Tanya papa aldy serius yang di jawab dengan anggukan ira dan aldy bersamaan.
Papa aldy pun mulai bercerita tentang perjanjian nya dulu dengan sang sahabat.
Jadi dulu papa dan ayah rahman pernah berjanji untuk menjodohkan kedua anak kita dimana waktu itu kamu masih berusia 3 Tahun dy, dan waktu itu ayah rahman udah memiliki 2 anak, yang satu laki-laki dan satu perempuan. Dan saat itu ibu ira juga sedang mengandung anak ke 3 nya. Satu hari sebelum papa pindah tugas, ibu ira melahirkan anak ke 3 nya, papa mama dan kamu ikut menjenguk sambil berpamitan. Saat itu kamu memarahi abang nya ira karena sudah membuat bayi mungil yang kamu sebut adik cantik itu menangis karena ulah nya yang mencolek-colek pipi tembam sang bayi.
Setelah kamu memarahi abang nya ira, kamu mengelus pipi tembam dan menciumnya, tangis sang bayi langsung mereda dan membuat kami semua yang berada disitu kaget karena ulah kamu yang memarahi abang dari bayi itu dan aksi kamu yang berani-berani nya cium anak orang sembarangan, apalagi kamu lelaki kedua yang mencium nya setelah ayah dari bayi itu. Papa dan ayah rahman lost contact hampir 24 Tahun.
Dan baru-baru ini papa dan ayah rahman kembali ketemu, dan papa menanyai perihal perjanjian yang kami buat dulu.
Dan ternyata anak nya ayah rahman masih ada 4 lagi yang belum menikah, sedangkan papa hanya memiliki kamu dan adik kamu billa yang belum menikah.
Papa tidak mungkin menjodohkan billa ke anak nya ayah rahman, karena anak nya ayah rahman yang laki-laki usia nya masih dibawah billa. Dan hanya tersisa kamu pilihan papa. ayah rahman memiliki 2 anak perempuan lagi yang belum menikah, Ira dan adik ira.
Cerita papa ali berhenti sampai situ dan dilanjutkan oleh ayah rahman yang mencoba menceritakan alasan kenapa ira yang dipilih mengingat masih ada amelia anak ke 4 nya.
"Ira, mungkin kamu bertanya-tanya kenapa harus kamu yang ayah jodohkan dengan anak sahabat ayah. Sebanarnya inti dari semua alasan ayah cuman satu, yaitu ingin kamu bahagia mengingat ayah sudah lama mengenal sosok sahabat ayah yang pasti tidak akan gagal dalam mendidik anak-anak nya, ayah tidak akan memaksa kamu jika kamu menolak nya ra, semua pilihan ada di tangan kamu"
"Papa juga tidak memaksa kamu al, mengingat kamu sudah cukup dewasa dalam mengambil keputusan. Jadi pilihan ada ditangan kalian berdua."
Semua pun mulai diam menunggu keputusan kedua anak muda tersebut.
"Bagaimana al, ra apa kalian sudah bisa menentukan keputusan kalian?" Tanya mama linda.
"Ma, pa, ayah ibu apa boleh aldy ngobrol 4 mata sama ira?". Tanya aldy
"Tentu saja boleh nak" jawab ayah rahman.
Aldy pun mengajak ira untuk meninggalkan ke 4 orang tua tersebut menuju luar ruangan tersebut.
Keduanya berjalan menjauh dari keluarganya, dirasa sudah cukup jauh, keduanya berhenti melangkah.
Ira menatap lurus pemandangan indah didepannya mengingat pertemuan yang dilakukan berada disebuah resort ternama dikota kelahirannya itu.
"Bagaimana keputusan kamu ra? "Tanya aldy menatap ira yang berdiri di sampingnya.
"Saya bingung kak" jawab ira
Mungkin kalian bingung kenapa ira memanggil nya dengan embel-embel kak, terpengaruh dengan lingkungan dijakarta membuat kebiasaan ira yang menyebut lelaki lebih tua dari nya dengan sebutan kakak mengingat aldy berasal dari jakarta, Berbeda jika dia berada dibatam, dia akan memanggil dengan sebutan abang.
"Kalau kak dyan sendiri bagaimana?" Tanya ira dengan memanggil aldy dengan sebutan dyan. Mengingat sore tadi lelaki itu memperkenalkan diri dengan nama dyan pada saat menolong ira dan sahabat-sahabat nya.
"Kalau boleh jujur, sebenarnya saya tidak keberatan dengan perjodohan ini. Mungkin ini sudah takdir dari allah untuk saya." Jawabnya jujur
"Apa kak dyan tidak mempunyai wanita yang kakak cintai? Yang kelak ingin kakak jadikan pendamping hidup?"
"Ada ra." Jawab aldy singkat seraya menatap mata indah ira. ira yang ditatap sedemikian rupa seketika jantungnya berdetak kencang.
Ira pun terdiam mencoba memikirkan pilihan apa yang harus dia tentukan, dia takut jika dia memilih iya, maka dia akan menghalangi kisah cinta aldy dengan wanita nya itu. Tetapi jika dia menolak sudah pasti dia mengecewakan ayah nya.
"Semua pilihan ada ditangan kamu ra, jika kamu mau menerima perjodohan ini, maka saya juga akan menerima nya".
"Kalau ira menerima perjodohan ini apa kak dyan tidak keberatan?".
"Seperti ucapan saya tadi ra, mungkin memang ini sudah takdir allah. Maka saya sama sekali tidak keberatan untuk menjalani nya". balas aldy dengan senyum tipisnya.
15 menit kemudian mereka kembali bergabung dengan para orang tuanya.
"Jadi gimana keputusan kalian?" Tanya papa ali membuka pembicaraan.
"Pa, ira dan kak aldy baru bertemu hari ini. Dan kami juga belum saling mengenal, kak aldy juga belum tau bagaimana kehidupan ira. Apa boleh kami diberi waktu untuk saling mengenal?" Tanya ira
"Hem.... ya udah kalau itu mau kamu ra. Papa kasih waktu 5 hari apa cukup?" Tanya papa ali.
"Insya Allah cukup pa"
"Oke deh, kita tunggu 5 hari lagi ya". Ucap mama linda untuk mengakhiri pertemuan malam ini.
"Ira kamu pulang nya sama aldy aja. Sekalian kalian ngobrol-ngobrol" ucap mama linda menyuruh ira semobil dengan aldy
Ira pun menatap aldy, seolah mencari jawaban, mengerti arti tatapan ira, aldy pun menganggukan kepala nya sebagai mengiyakan ucapan mama nya.
"Ayah titip ira ya al" ucap ayah rahman kepada aldy yang langsung diiyakan olehnya.
Orang tua ira dan aldy pun meninggalkan parkiran mengendarai mobil masing-masing.
"Ayok ra masuk". Ucap aldy sambil membuka pintu mobil nya untuk ira dan mempersilahkan ira masuk.
"Makasih kak"