Keputusan

739 Words
4 hari kemudian Aldy mengirim pesan kepada ira untuk mengajaknya bertemu hari ini, dan kebetulan saat ini ira sedang berada diluar bersama sahabatnya. Setelah bertemu dengan sahabatnya, ira akan langsung menemui aldy. "Ca, aku duluan ya, kamu hati-hati dijalan" ucap ira kepada eca sahabat semasa SMP nya. "Iya ra, kamu juga hati-hati dijalan, bilang sama calon suami mu jangan ngebut-ngebut" balas eca. Tidak mau membuat aldy menunggu lama, Ira pun pergi meninggalkan eca dan mendekati mobil aldy. "Maaf kak jadi nunggu lama" ucap ira yang merasa tidak enak karna membuatnya menunggu. "Saya juga baru sampai". Balas aldy singkat. Sesampai di tempat, mereka langsung menuju private room yang telah di booking aldy mengingat dirinya sedang bersama artis papan atas. Dia tidak mau membuat ira tidak nyaman Karena ulah para paparazi. Sembari menunggu pesanan nya datang, aldy mencoba menjelaskan tujuan dirinya mengajak ira bertemu hari ini. "Ra, saya ingin membatalkan perjodohan kita." ucap aldy serius. Ira terdiam beberapa saat, sambil memikirkan ucapan yang baru saja keluar dari mulut calon suaminya itu. "Ira ira, mana ada sih lelaki yang mau sama kamu setelah mengetahui begitu berantak nya masa lalu kamu" batin ira mengejek dirinya sendiri "Kalau itu keputusan kak aldy ira terima kak. Besok malam kak aldy tinggal sampaikan keputusan kak aldy ini saat pertemuan orang tua kita, ira akan bantu jelasin ke ayah juga nantinya" "Tidak usah ra, ini biar menjadi tanggung jawab saya. Besok biar saya saja yang langsung menjelaskan kepada orang tua kamu dan orang tua saya" "Kak al yakin?" "Saya yakin ra, saya yang berniat membatalkan perjodohan ini, maka ini sepenuh nya menjadi tanggung jawab saya" Tak terasa waktu begitu cepat berlalu, orang tua aldy sudah berada di ruang tamu rumah ira, semua nya juga sudah berkumpul untuk mendengarkan keputusan keduanya, mengingat waktu yang diberikan hanya 5hari, dan waktu itu telah habis. Diruangan itu hanya ada orang tua ira, orang tua aldy, aldy dan ira. Adik-adik ira disuruh tetap berada dalam kamar masing-masing. Tetapi tidak dengan Rian dan juga Amel adik dari ira, mereka mengintip dari sela-sela pintu untuk menguping pembicaraan para orang tuanya dan Mereka juga meletakkan camera tersembunyi yang diaktifkan merecord percakapan antar dua keluarga tersebut untuk dijadikan konten i********: story nya.. Jujur sedari dari jantung ira berdetak dengan cepat, dirinya takut sang ayah akan marah kepada aldy karna telah menolak perjodohan ini. "Jadi bagaimana keputusan kalian berdua nak?" Tanya papa ali. Ira hanya membungkam, menunggu setiap kata yang akan di ucapkan aldy. "Sebelumnya aldy mau minta maaf ma, pa, ayah, ibu, dan kamu ra. Aldy ingin membatalkan perjodohan ini" Sontak para orang tua mereka terkejut mendengar kalimat yang diucapkan aldy, ira yang sudah mengetahuinya hanya diam seraya menundukkan arah pandangnya, dia tidak mengerti kenapa ucapan aldy sangat membuat hati nya sakit "Kamu apa-apaan sih al, bukannya kamu tadi bilang ke mama mau melamar wanita yang akan menjadi istri kamu nak, dan kenapa sekarang kamu bilang mau membatalkan perjodohan ini? Ucap mama linda terlihat kecewa "Ira berhak menentukan siapa yang akan menjadi calon pendamping hidup nya ma, bukan dengan cara perjodohan ini. Aldy tidak mau ada unsur keterpaksaan, bagi aldy nikah hanya sekali seumur hidup bukan untuk 1 atau 2 tahun saja". Ucap aldy coba menjelaskan. "Apa kamu tidak percaya dengan anak ayah kalau dia bisa menjadi istri terbaik untuk kamu nak?" Tanya ayah rahman yang merasa jika aldy ragu kepada anaknya. "Ayah udah, bukankan kemarin kalian bilang semua keputusan ada ditangan kami?. Dan ini lah keputusan dari kak aldy yah". Ucap ira yang coba menjelaskan kepada ayah nya. Semua pun terdiam dengan pikiran masing-masing. "Jadi bagaimana man?" Tanya papa ali kepada ayah rahman. "Ya sudahlah jika itu menjadi keputusan mereka li, saya juga tidak bisa memaksa anak kamu untuk menikahi anak saya". Jawab ayah rahman. Mama linda hanya diam membisu, jujur dia kecewa dengan keputusan aldy, mama linda sudah sangat menyukai ira untuk menjadi menantunya. "Sekali lagi saya minta maaf yah, bu, ma pa". Ucap aldy merasa bersalah "Ya sudah man, seperti nya tidak ada pembicaraan penting lagi. Kalau begitu kami pamit pulang, maaf sudah membuat kalian kecewa" Ucap papa ali yang sudah bersiap untuk berdiri dari duduknya. "Pa tunggu.. Tolong dampingi aldy untuk melamar seseorang pa" Ucap aldy seraya menahan tangan papa nya yang telah bersiap meninggalkan tempat duduknya. "Apa-apaan kamu al!!! kamu membicarakan ingin melamar seseorang di depan mantan calon mertua dan mantan calon istri mu, apa kamu tidak memikirkan perasaan mereka"ucap papa ali yang telah tersulut emosi mendengar penuturan dari anak nya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD