Embun pagi masih melekat pada rerumputan ketika Lord Julian Roderick Vale menarik kendali Windemere. Suara derap kuda terdengar meringkik derapnya menggema di luar mansion Brukk...brukk.. terdengar Angin dingin menerbangkan ujung mantel wol hitam sementara Alaric dengan kuda Abu besi yang setia menyusul di belakang, “Pagi ini Batshire tampak tenang, My Lord,” ujar Alaric, menoleh untuk memastikan tidak ada ancaman Duke Vale menghela nafas, kedua matanya menerawang ke ujung cakrawala. "Damai," bisiknya pada senja, "Tapi di balik damai selalu ada ruang untuk khianat. Kemakmuran Batshire bagai madu, dan banyak lebah liar yang menginginkannya." Alaric hanya mengangguk. Ia sudah lama tahu: kata-kata sang Duke selalu menyimpan sesuatu di baliknya, Mereka memasuki desa pertama. Begitu rakyat

