Tercium aroma tanah dan bau khas pohon pinus. Di depannya, geraman berat dan ngeri sang beruang terdengar seperti deru mesin di atas kayu "Huff... snff...grrr–” Beruang itu mendekat, langkahnya yang padat membuat tanah yang diinjak meninggalkan bekas dengan cakar tajam menancap Setiap kali cakar raksasa itu menginjak tanah diiringi bunyi ranting patah "Jangan. Bergerak secara tiba-tiba atau berteriak, itu bisa membunuh kita berdua" bisikan Duke dengan suara yang sangat kecil Tangan besar pria itu semakin menekan kepala Evelina, memaksanya diam sementara tubuh mereka berdua terdiam seperti seonggok mayat. Evelina bisa merasakan tekstur kasar telapak tangan Duke yang terasa keringat dingin dan hangat Bau amis sedikit busuk tercium dekat dengan wajah mereka saat sang beruang mengendus

