Prolog
– Keputusan yang Mengubah Segalanya –
Di suatu malam, gemuruh hujan menyelimuti kota, membasahi jalanan yang sepi dan dingin. Di sebuah Mansion yang berdiri megah dikawasan elite, Saint Hardy berdiri diam didepan kaca luas ruang kerjanya.
Tatapannya yang kosong tertuju pada bayangan dirinya di kaca yang buram oleh embun hujan. Di tangan kanannya, segelas whisky yang hampir habis, dan ditangan lainnya, sebuah amplop coklat tebal yang sudut-sudutnya sudah lecek akibat genggaman yang terlalu erat.
Gelas whisky ditangannya bergetar ringan, mencerminkan pikirannya yang kalut.
Amplop itu lebih dari sekedar kertas, amplop itu adalah penanda sebuah kehancuran. Di dalamnya, terdapat 'foto-foto' yang tak seharusnya dilihat suami manapun. Istrinya sendiri—Neville, bersama pria lain—rival bisnisnya yang selalu mencari-cari cara untuk menjatuhkannya, bahkan dalam urusan bisnis ataupun kehidupan pribadinya.
"Beraninya dia..." gumamnya rendah, suaranya teredam oleh rintik deras hujan, namun urat di dahinya menyuarakan emosinya.
Kenangan masa pernikahannya dengan Neville melintasi pikirannya bagai film yang diputar mundur. Hari-hari bahagia mereka, tawa yang kerap mengisi rumah itu hingga lahirnya putra sulungnya—Saint Luke. Kini semua kenangan lama itu bahkan tak dapat ia lupakan.
"Bagaimana mungkin dia tega melakukan ini pada kami?" gumamnya kecewa.
Dadanya terasa seakan-akan ditimpa batu besar, sesak, bukan hanya karena rasa sakit, namun juga kecewa. Penghianatan ini tidak hanya menghancurkan hatinya, tetapi juga menyeret nama baiknya kedalam persaingan yang kotor.
Namun, meski hatinya hancur, ia tahu bahwa tersisa satu hal yang harus dia lindungi, ialah putra kecilnya, yang kini menjadi alasannya untuk selalu bertahan.
Dengan langkah berat, dia berjalan menuju ke meja kerjanya. Disana tergeletak selembar surat perceraian, menunggunya untuk mengambil keputusan.
Tangannya gemetar ketika memegang pena, namun kemudian sorot matanya menajam.
"Aku tidak akan membiarkan Luke tumbuh dalam kebohongan." bisiknya parau sebelum akhirnya tangannya bergerak, pena itu bergores di atas kertas keramat membentuk sebuah tandatangan.
Hujan masih mengguyur deras diluar seakan mewakilkan perasaan kecewanya yang deras. Dia meletakkan kembali pena. Keputusan telah diambil, pernikahannya berakhir dan kini ia harus menjalani hidupnya sebagai orangtua tunggal.. atau mungkin tidak..?
***
Sementara di sisi lain kota...
Karina Harriet, 22 tahun, duduk termenung di tepi ranjang kamar kosnya. Jam dinding terus berdetik menunjukkan waktu tengah malam namun dia belum juga bisa tertidur. Pikiran tentang biaya kuliahnya yang menunggak membuatnya overthinking.
Karina menghela nafas panjang, lalu meraih ponselnya. Seperti biasa dia membuka aplikasi cari kerja berharap ada pekerjaan paruh waktu yang bisa membantunya menutupi biaya pendidikannya.
Mahasiswi itu, sudah mencoba berbagai pekerjaan sebelumnya—menjadi kasir minimarket, pelayan kafe, bahkan guru les. Tapi penghasilannya tetap tak cukup untuk membayar biaya kuliah dan kehidupan sehari-harinya.
Jantungnya berdegup kencang, ketika tatapannya tertuju pada sebuah iklan lowongan pekerjaan yang menawarkan gaji tinggi.
'Dibutuhkan pengasuh bayi. Gaji menarik. Tinggal dirumah saja.'
Dia memiringkan kepalanya, membaca ulang kalimat itu dengan sebelah alis yang terangkat. Kalimat itu terdengar aneh, apalagi tiba-tiba rasa tak enak menghinggapi nya. Tapi nominal gaji yang tertera di bawah deskripsi itu meruntuhkan semua kekhawatirannya.
"Hm... jika gajinya sebesar ini, aku bakal bisa bayar biaya kuliah dan keseharian dengan mudah." Dia menggigit bibir bawahnya ragu. Apakah dia sanggup? Pekerjaan ini jelas berbeda dari pekerjaan paruh waktu yang pernah dilakukannya.
Setelah beberapa saat terus memandangi layar ponselnya, akhirnya dia mengambil keputusan. Tanpa menunggu besok, dia membuka aplikasi email dan mulai mengetik lamaran.
"Aku ga punya pilihan lain.. kalau aku ga mencoba, aku ga bakal tau." Ia berbisik pada dirinya untuk meyakinkannya sendiri.
Ketika email itu dikirim, Karina tidak tahu jika keputusan kecilnya akan membawa perubahan besar dalam hidupnya yang akan membawanya kedalam hidup yang lebih rumit—luka, tantangan, rahasia, dan mungkin saja... cinta?