11. Persaingan Pondok

1162 Words

Dalam pedih perih luka di fisiknya, Pasha masih lebih memilih luka itu daripada sakit di hati yang disebabkan oleh pria yang ia cintai semasa hidupnya. Setelah selesai menyiksa Pasha dengan ancaman sekejam pemerkos**n Jena di hadapannya, pujangga tampan itu meninggalkan Pasha tanpa menoleh sedikit pun di lantai. Seorang wanita yang siang tadi memperkenalkan diri sebagai ketua pelayan membantu Pasha berdiri dan satu pelayan lain membantu Jena bersiap pergi ke kamar pelayan untuk diobati. “Mari kita kembali ke pondok, Nona Patya,” ajak ketua pelayan itu sembari membantu Pasha bangkit. “Pelayan pribadi Anda akan baik-baik saja ditangani sesama pelayan. Di dalam kehidupan para pelayan, kami tidak pernah ada senioritas namun berbeda dengan anggota wanita-wanita yang melayani Tuan Besar. Haru

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD