Menurut Yusa, itu adalah satu kalimat paling menyakitkan yang pernah keluar dari mulut Taka. Air matanya sampai terhenti, tubuhnya mematung, jantungnya seakan diremas sekuat tenaga dan dipaksa untuk berhenti. "Aku bahkan tidak yakin pengacara tadi bisa membantuku keluar dari tempat ini, Sayang," ucap Taka lirih. Wajahnya pilu, setetes air mata jatuh kembali. Yusa mendorong tubuh Taka sekuat tenaga kemudian ia pukuli d**a bidang itu kuat kuat. Dalam diam ia terus menangis. Sedangkan Taka hanya bisa pasrah menerima perlakuan istrinya. "Bagaimana bisa kamu mengatakan hal itu padaku, Mas!" pekiknya lirih. "Aku tidak mau membohongimu, Sayang." "Kamu harusnya membohongiku!" teriak Yusa. "Kamu harusnya bilang agar aku menunggumu! Kamu harusnya bilang akan segera menemui kami! Kamu harusnya b

