Setelah melakukan banyak aktivitas untuk sekedar membunuh waktu. Yusa, Zahid dan Maira akhirnya tiba di tempat rehabilitasi. Baru Yusa melangkah menuju pintu masuk gedung, seorang pria dengan rambut yang sedikit gondrong keluar dari pintu utama. Pandangan mereka bertemu. Langkah keduanya yang sempat tertahan, kini mulai bergerak maju. Yusa ingin berlari, namun pria di depannya sana mencegahnya, memberi isyarat untuk tetap diam. Ia menurut, membiarkan pria itu berlari menghampirinya. "Assalamu'alaikum, Yusa." Air yang sudah memupuk di balik pelupuk mata itu mulai berjatuhan tanpa perlu izin dari pemiliknya. Ia lekas memeluk pria yang sudah sangat ia rindukan tersebut. Memeluknya erat hingga pria itu membungkuk agar istrinya tak bersusah payah untuk berjinjit. "Wa'alaikumussalam, Mas. W

