49

1637 Words

Seminggu sudah berlalu dari launching buku pertama Yusa. Di luar dugaan, selama masa PO buku itu terjual lebih dari dua puluh lima ribu eksemplar. Sakhiy sendiri dibuat takjub oleh hal itu, sebab ia berpikir untuk laku seribu eksemplar saja sudah bagus untuk Yusa. Tak tahunya, jumlah daftar pemesanan bisa menggemuk sebesar itu. Jika orang lain merasa bahagia atas pencapaian itu, Yusa masih saja tak bisa masuk ke dalam zona itu. Bukan tidak mensyukuri, namun ia hanya sedang merasa kehilangan sebagian dari kebahagiaannya. "Sa ...." Panggilan Maira mengalihkan perhatian Yusa dari layar laptop. "Kok belum berangkat, Mai?" "Sibuk, ya?" Maira justru balik bertanya. Ia mengintip laptop Yusa. "Lagi bikin tabungan naskah aja buat update beberapa hari ke depan," jawab Yusa, "kenapa?" "Aku mau

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD