Sudah dua minggu semenjak kepulangan Linda dari rumah sakit, sudah hampir sebulan juga Alan mendekap di balik jeruji besi. Dari yang terakhir Kugy temui, sepupunya itu tampak baik-baik saja dan tak menuntut untuk segera dibebaskan. Alan belajar banyak hal di sana, walau tak jarang wajah tampannya harus menjadi sasaran mentah para penghuni lama yang merasa lebih berkuasa atas kehadiran anak baru. Ia tau inilah akibat yang harus diterima dari ulahnya yang lancang menipu Linda. ‘’Gue sempat khawatir, takut kalau itu depresi karena dipenjara,’’ komentar Kugy. Mendengar desah panjang teman akrabnya itu, membuat Kesy mengiba. Dalam seminggu, mungkin satu atau dua kali Kesy bertandang menjenguk Alan. Bukan hanya lantaran makhluk blasteran itu masih bertahta di hatinya, tapi ia juga tau kalau

