‘’Lo bilang sepuluh menit, tapi ini udah hampir sejam!’’ Jendra menghela napas malas, memilih melempar bokongnya pada sofa empuk di depan televisi. Lelaki itu memejamkan mata sesaat, mengabaikan amukan Raga yang berpenampilan super kacau. Rambut berantakan, sorot mata lelah dilengkapi kantong kehitaman di bawahnya, wajahnya pucat dengan hidung memerah, dan suara yang sedikit mendengung. Menggambarkan jelas jika sahabatnya itu tengah terserang flu. Karena sejak membukakan pintu apartemen tadi, terhitung sudah lima kali Raga bersin dalam kurun waktu satu menit. Bersamaan terdengar suara sedotan ingus yang keluar masuk setelahnya. ‘’Lo sakit?’’ Tanya Jendra memastikan. Seingatnya semalam Raga masih baik-baik saja, walau memang terlihat lelah karena berjam-jam menjalani operasi panjang.

