Jangan buat aku marah, karena jika itu terjadi. Aku akan menghukumu dengan bibirku! — Raga ==========0o0========== Ini aneh, harusnya Raga marah sejadi-jadinya selepas pertengkaran mereka. Tapi jauh dalam benaknya, ia justru merasa amat bersalah pada Kugy. Sorot kecewa yang dilontarkan wanita itu bagai sembilu pisau yang menyayat hati. Langkah panjang itu berhenti berayun. ‘’Apa gue tadi udah terlalu kasar sama dia, ya?’’ Desah Raga bersalah. ‘’Tangannya pasti sakit.’’ Ia memaki diri sendiri karena telah berlaku kasar mencengkram tangan kurus itu tadi. Raga menimbang, hendak berbalik mencari Kugy atau meneruskan jalannya menuju kamar inap Jendra. Lagi. Yap, hanya lelaki manis babak belur itulah satu-satunya manusia yang menjadi tempat sampah atas segala curhatan tak bermutu Raga

