Ini bibir memang gak dijual, tapi dia juga ada harganya. — Kugy ==========0o0========== Kugy masuk dengan gamang ke dalam apartemen Raga, setelah menekan pin kombinasi yang diberitahu padanya. Rasanya agak aneh masuk tanpa sambutan Jendra, karena biasa jika ia datang maka lelaki manis itu yang sering membukakan pintu. Mata besar Kugy menoleh awas. Dilihatnya jam dinding, masih pukul enam kurang ia sudah sampai di apartemen perjaka ting-ting. Sengaja dilakukan sebelum dokter residen yang tengah menikmati jam tidur saat weekend itu bangun. Tidak! Raga memang tidak boleh bangun, sebelum Kugy selesai berbenah apartemen dan menyiapkan sarapan. Setelah ciuman mereka tempo lalu, Kugy setengah mati menghindari lelaki yang justru gencar mencarinya dengan berbagai alasan. Bahkan sampai mem

