Gerimis hujan masih setia menemani di luar sana, padahal sudah sejak pagi dan sampai menjelang sore begini pun serbuan rintik air itu tetap meraja membasahi bumi. Desahan iba meluncur pada bibir mungil Kesy. Diperhatikannya setiap hujan datang, wanita dengan rambut tercepol asal itu akan bertransformasi menjadi zombie dadakan. Lebih pendiam, saat diajak bicara hanya dibalas menggumam, sorot ceria pada matanya berubah sayu dan tak ada segaris senyum yanga akan terbit dari bibir ranum Kugy selama hujan masih mendera. ‘’Lo kenapa diam aja, sih? Harusnya kan senang karena hujan, lo jadi bebas tugas dari dokter Raga,’’ celoteh wanita berbando kain itu. Tadi, ia dan Alan sempat mendengar obrolan Kugy bersama Raga lewat telepon yang diloudspeaker. Pacar bohongan tersebut beralasan ingin makan

