‘’Nomor yang Anda tuju, sedang tidak aktif. Silakan coba beberapa saat lagi.’’ Raga membanting kesal ponsel digenggamannya ke meja. Hampir setengah jam mencoba menghubungi kugy, tapi selalu berakhir mendengar suara wanita lain yang tak diinginkan. Padahal ia hendak menjemput Kugy sekalian pulang kerja, agar langsung meluncur ke kediaman Aldair yang tempo lalu mengajak makan malam bersama lewat Kugy. Satu denting menandakan ada pesan masuk, menghambat langkah kesal Raga. Pupil lelaki itu membesar begitu membaca rentetan pesan ambigu Jendra. Jendra : Cewek lo penuh darah. Di IGD, sekarang! Spontan, tanpa lama Raga tancap gas menuju lantai dasar. Tergesa ia menerobos masuk ke ruangan penuh tenaga medis dan pasien yang tengah dalam perawatan. ‘’Mana Kugy!’’ Cecar Raga saat mendapati J

