Di setiap keputusan selalu memiliki konsekuensi. —Kugy ==========0o0========== ‘’Ada layang-layang nyangkut di pohon bambu. Selamat pagi untuk babuku!’’ Rasanya tumpukan buku dalam pegangan Kugy tak tahan lagi untuk tidak melayang jika semakin lama mendengar celotehan aneh Kesy. Karyawati paling mini se-floral florist itu menebar senyum riang ketika menghampirinya di dalam kamar. Masuk begitu saja, tanpa permisi, bahkan tanpa salam terlebih dahulu. ‘’Lagi ngapain cinta? Gue cariin dibawah taunya— ups! Gue buat salah, ya?’’ Bibir mungil Kesy terkulum kedalam begitu mendapati sorot tak menyenangkan dari rekan kerjanya. ‘’Gy?” ‘’Kebiasaan lo. Gak ada ketok pintu, gak ada salam, main masuk aja!’’ Wanita kecil berbando kuping kucing itu menyengir malu, sebelum mengangkat jari te

