Jolicia menatap Darrance dengan penuh keterkejutan. Tentu saja Jolicia terkejut dengan Darrance yang baru pertama kali meninggikan suaranya di hadapan Jolicia. Tanpa sadar, air mata Jolicia kembali menetes dengan begitu derasnya. Lalu beberapa saat kemudian, Jolicia menangkup bibirnya sendiri agar tidak mengeluarkan sedikit pun isak tangis. Jolicia tidak boleh menangis. Bahkan Jolicia sama sekali tidak berniat untuk menangis dan menunjukkan dirinya yang lemah seperti ini pada Darrance. Namun, Jolicia sama sekali tidak bisa menahan dirinya untuk tidak menangis. Darrance menghela napas. Ia mengusap wajahnya dengan kasar. Ya, ia tahu jika dirinya sudah melakukan hal yang salah. Darrance menatap Jolicia dengan penuh penyesalan dan berkata, “Maaf, maafkan aku, Cia. Aku tidak bermaksud

