12. Cincin dan Rahasia

1302 Words

Pagi itu, Papa Karina kondisinya sedikit membaik. Dokter bilang stabil, tapi tetep harus dirawat intensif. Karina duduk di samping ranjang Papa Karina sambil pegang tangan Papa yang dingin. "Papa, kamu dengar nggak tadi malam? Aku sama Devandra udah mutusin mau nikah." Papa Karina tersenyum tipis. "Papa... seneng banget..." "Papa harus sembuh ya, biar bisa hadirin nikahan aku." "Papa... usaha... tapi kalau nggak bisa... Papa udah tenang... karena kamu... nggak sendirian..." Air mata Karina menetes. "Papa jangan ngomong kayak gitu." "Devandra... anak baik... dia sayang sama kamu... Papa percaya..." Pintu kamar terbuka. Devandra masuk bawa tas plastik. "Selamat pagi, Om. Gimana kondisinya hari ini?" "Lebih baik... Devandra... kamu udah... beli cincin?" Devandra senyum. "Udah, Om. S

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD