Aroma mint menguar di indra penciuman. Melati memejamkan mata, menyambut wajah lelaki di depannya. Jantungnya semakin berdegup kencang kala hembusan napas Hasan terasa dekat menyapa kulit wajahnya. Dalam cinta berbalut gairah, Melati semakin mengeratkan tangnnya ke dress miliknya. Bersiap menyambut benda lembut di depannya. Untuk pertama kalinya Hasan mecoba melakukan sesuatu yang tak pernah ia lakukan sebelumnya. Masing sangat jelas di benak Melati bagaimana lelaki itu menghindari hal semacam ini. Sedikit lagi, penyatuan itu akan terjadi. Dan mungkin akan membuat Melati tidur dengan taburan bunga di hatinya jika saja- Tok-tok-tok Suara di luar pintu terdengar. Melati masih menutup matanya, kali ini matanya terpejam bukan karena gairah, melainkan karna menahan hawa geram. Sialan.

