Di atas langit sana awal colombus sudah membentuk kawanan besar. Warnanya menghitam siap memutahkan isinya. Mengibaskan angin bak kipas besar. Di depan air mancur dengan pahatan patung manusia memegang kail pancingan. Seorang wanita duduk termangu, menatap kosong pada ikan-ikan yang berenang lincah di dalam air tawar sana. Petir sudah mulai bergemuruh. Namun, wanita itu menganggap petir hanyalah alunan musik yang mendayu, penyempurna suasana hatinya yang sedang sendu. Air matanya sudah habis. Menyisakan mata bengkak juga bekas aliran anak sungai di pipi. Berjam-jam lamanya Sekar hanya duduk terpaku. Membiarkan orang berlalu lalang menatapnya dengan pandangan iba. Kejadian siang tadi cukup membuat jantungnya kekurangan oksigen untuk memompa aliran darah. Dari atas kepala hingga ujung

