Bab 33

1070 Words

Prang Suara sendok dan piring beradu. Suasana mendadak hening. Lelaki berperawakan tinggi besar mengetatkan rahang, sementara wanita di sampingnya tampak segera meraih tangan kiri suaminya yang mengepal di atas pahanya. Berharap suaminya tak lepas kendali. “Apa? Katakan sekali lagi!” Nada suaranya murka. Rianti melihat suasana sudah tak kondusif tidak tahu lagi harus berbuat apa. Sedangkan Melati menatap ayahnya dengan tatapan sendu. Bagaimana dengan Hasan? Tak perlu dipertanyakan lagi, lelaki di meja seberang ayahnya Melati duduk tampak tegang. Jika Rofiq melihat bagaimana piasnya wajah rivalnya ini mungkin ia akan terkikik puas. Walau begitu pantang baginya untuk terlihat lemah. Hasan berusaha untuk mengatur degup jantungnya sejenak sebelum kembali bersuara. “Saya berniat mempers

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD