Puncak Emosi

1186 Words

Meskipun Arnav setengah membentaknya dan begitu jelasnya dia menunjukan amarah, Raellyn tampak tenang-tenang saja. “Apa boleh buat, ini terjadi karena kau tidak memberiku pilihan,” tukasnya. “Aku tidak bisa mendekatimu sama sekali, kau memasang jarak denganku bahkan enggan untuk aku hampiri. Ada ketegangan diantara kita berhari-hari dan kau memilih membiarkan segalanya menggantung begitu saja tanpa ada ketegasan dan itikad baik darimu. Aku sudah mencoba berbagai cara untuk memperbaiki keadaan kita, melibatkan Mrs. Maddy, mendekatimu sendiri, berhenti dari pekerjaanku, mencoba mengubah diriku untukmu. Tapi tidak ada perkembangan apa-apa. Kau bahkan makin menutup dirimu sendiri dariku sejak aku menyatakan bagaimana perasaanku terhadapmu. Kau berharap aku bagaimana? duduk manis dan menantimu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD