*Meidy pov*
Setelah Asya berlalu, Aku segera membuka pintu pagar rumahKu. Ketika aku membuka pintu pagar rumah, aku melihat motor seseorang yang tidak asing bagiku karena itu adalah motor abang pertamaKu. Oh iya, aku 3 bersaudara dan aku adalah anak terakhir. Aku mempunyai 2 abang, mereka sedang tinggal di asrama/barak masing-masing. Mereka adalah seorang abdinegara sama seperti Ayah Ku yakni TNI-AD, mereka lulusan dari Akademi Militer. Nama mereka Muhammad Anando Syahputra(Ando/Ado) abang pertamaKu dan Ahmad Ferdiansyah Putra(Ahmad/Ferdi) abang keduaKu. Karena penasaran, kemudian Aku membuka pintu rumah dan masuk kedalam.
"Assalamualaikum, Meidy pulang" ucapKu
"Wa'alaikumsalam. Sudah pulang ya?" jawab Ibu yang sedang duduk dan menonton televisi
"Iya, Bu." jawabKu sambil menyalami IbuKu
"Kamu pulang sendiri ya? Gak bareng dengan Asya?" tanya IbuKu
"Gak kok, aku pulang sama Asya." jawabKu
"Tapi kok Ibu gak mendengar suara motor nya Asya tadi?" tanya Ibu
"Ohh kalau itu memang Aku dan Asya jalan kaki tapi tadi nebeng sama Naya dan Sasa. Asya memang gak bawa motor soalnya motor nya ada di bengkel" jawabKu
"Oh begitu. Ibu kira kamu pulang sendirian" ucap Ibu
"Oh iya, bang Ando mana?" tanyaKu sambil celingak-celinguk
"Ando? Abang mu kan masih di barak nya, dia belum pulang" jawab Ibu
"Tapi di depan ada motor nya bang Ando" ucapKu
"Masa sih? Coba mana?" tanya Ibu
"Itu tuh ada di halaman depan" jawabKu sambil menunjuk ke arah halaman depan
"Mana sih?" tanya Ibu sambil beranjak dari duduk nya
Aku dan Ibu pun keluar menuju halamam depan. Tapi yang benar saja, motor abang Ku sudah tidak ada di halaman depan. Aku pun mencari-cari motor abangKu. Namun, Aku tidak menjumpai nya.
"Mana, Mei? Katanya ada motor Ando?" tanya Ibu
"Tadi ada disini, Bu. Masa tiba-tiba hilang sih?" jawabKu kebinggungan
"Hahaha,,, mungkin kamu kecapekan dan kangen dengan Ando. Makanya kamu jadi halusinasi kayak gini." ucap Ibu sambil mengusap pucuk kepala Ku
"Tapi.... Mungkin itu cuma halusinasi Aku aja, Bu. Aku kangen abang, Bu" jawabKu lesuh
Ya,,, bang Ando sudah lama tidak pulang kerumah. Karena ia harus tinggal di barak nya itu. Aku hanya binggung, betah sekali abangKu di barak nya. Sudah 2 bulan ia tidak pulang atapun berkunjung ke rumah.
"Ya sudah. Sekarang kamu masuk ke kamar dan istirahat ya!" ucap Ibu
"Ya udah kalau gitu aku kekamar dulu ya, Bu" jawabKu sambil berjalam masuk dan menuju kamar Ku
Sesampainya di kamar Aku langsung membersihkan badan Ku dan mengganti baju seragam Ku dengan baju rumah. Setelah selesai aku langsung membaringkan badan Ku di atas kasur kesayangan Ku. Lalu, Aku mengambil ponsel Ku yang ada di dalam tas. Kemudian Aku mengirim pesan lewat w******p kepada Asya.
*Meidy*
Asya, kamu udah sampai rumah?
*Asya*
Udah, aku udah sampai rumah
*Meidy*
Kamu lagi apa sekarang?
*Asya*
Aku lagi berbaring di tempat tidurKu dan main hp. Emang kenapa?
*Meidy*
Gak apa-apa. Aku cuma nanya aja.
*Asya*
Ohhh gitu. Mei aku nanya boleh gak?
*Meidy*
Nanya aja. Selagi masih bisa Aku jawab.
*Asya*
Ayah dan Mamaku pergi ke Bandung karena ingin menjengguk saudara Mamaku yang sedang sakit, dan Ayah dan Mamaku menginap di sana selama 1 minggu. Boleh gak aku menginap di rumahmu, takut sendirian apa lagi abang ku belum pulang.
*Meidy*
Ohh Ayah dan Mama kamu sedang ke Bandung toh. Boleh kamu boleh nginep di rumahKu. Ya udah, kamu tunggu di rumah mu nanti Aku jemput ya.
*Asya*
Gak usah, Mei. Kamu gak usah jemput aku. Nanti aku dianterin sama Om Yusuf ke rumah kamu.
*Meidy*
Oke. Ya udah, kamu siap-siap dulu aku tunggu ya.
*Asya*
Iya. Tunggu aku ya.
Selesai aku mengirim pesan kepada Asya. Aku beranjak dari kasur untuk merapikan kamar yang berantakan.
Disaat aku sedang merapikan kamar Ku, tiba-tiba ada orang dari belakang menutupi mata ku dengan tangan nya. Sontak aku terkejut dan berteriak, aku minta agar orang itu melepaskan tangan nya. Namun, ia tidak mau melepaskan tangan itu. Akhirnya, aku menangis dan memohon agar orang itu melepaskan tangan nya dari mata ku dan orang itu melepaskan tangan nya. Karena penasaran aku langsung menengok ke arah belakang dan mendapati seorang yang selama ini ku tunggu-tunggu. Ya,, itu adalah abangKu. Bang Ando tersenyum kepada Ku dan ia merentangkan tangan nya dan memelukku. Aku menangis di dalam dekapannya.
"Hei hei, kamu kenapa menangis, dek?" tanya bang Ando sambil melepaskan pelukan nya.
BerSambung.....