Meidy pov
Aku meninggalkan Asya di kamarKu, karena Aku dan bang Ando ingin pergi ke toko swalayan di dekat rumah untuk membeli beberapa makanan dan cemilan. Aku sedang dalam perjalanan menuju toko tersebut, tiba-tiba bang Ando membelokan motor nya kearah rumah seseorang yang asing bagiku
"Bang, kok belok kesini sih? Kan kita mau beli makanan?" tanyaku,
"...."
Tidak ada jawaban dari bang Ando, muncul lah pertanyaan-pertanyaan dikepalaku... Kemudian, bang Ando memberhentikan dan mematikan motornya...
"Ayo turun!" ucap bang Ando sambil menengok kebelakang
"Kita mau ngapain sih, bang?" tanyaKu sambil menuruni motor bang Ando
"Udah turun saja, abang cuma mau mampir sebentar kok" jawab bang Ando sambil mengusap pucuk kepala ku
"Ya udah, sana abang masuk" ucapKu
"Ayo, kamu juga lah" jawab bang Ando sambil menarik tangan ku untuk masuk kedalam rumah itu
"Gak ah, aku tunggu disini aja. Bang aja yang masuk" ucapKu
"Kenapa? Takut ya?" tanya bang Ando
"Gak kok." jawabku
"Itu bukti nya gak mau masuk. Gak usah takut dek, ini rumah kasuh(kakak asuh) abang waktu abang masih jadi taruna" ucap bang Ando
"Ya,,,pokoknya aku tetap gak mau." jawabku
"Ya sudah deh. Kamu tunggu sini ya, jangan kemana-mana. Mengerti!" ucap bang Ando
"Iya. Siap mengerti!" jawabku
Lalu, bang Ando berlalu masuk kedalam rumah yang katanya itu rumah kasuh nya dulu semasa di AkMil. Sambil menunggu bang Ando keluar, aku memainkan ponsel ku. Tapi,,, ketika aku sedang memainkan ponsel ku. Aku merasa ada seseorang yang sedang memperhatikan ku dari jendela lantai atas rumah kasuh abang ku, tapi ketika aku melihat dengan seksama tidak ada orang disana. Mungkin hanga perasaan ku saja.
Ando pov
Aku meninggalkan adekku Meidy di depan rumah kasuh ku. Kasuh ku ini bernama Muhammad adam Prasetyo biasa dipanggil Kasuh adam/ Bang adam, ia orang nya tegas dan sanggar pada saat kegiatan ataupun latihan. Tapi ketika di luar atau sedang off latihan orang baik dan mudah bergaul...
"Assalamualaikum, bang Adam" ucapku sambil hormat kepada nya yang sedang berdiri di depan jendela kamar nya
"Wa'alaikumsalam. Akhirnya sampai juga kau" jawab nya sambil memutar balik tubuh dan membalas hormatku
"Mohon izin, bang. Kenapa abang menyuruh saya ke sini, bang?" tanyaku
"Tidak usah formal lah,ndo. Biasa saja, sekarang kan kau sudah lulus dari AkMil. Saya ingin meminta tolong sama kamu,ndo" jawab nya
"Oh iya, silakan duduk,ndo" ucap nya lagi
"Tidak apa-apalah,bang. Walaupun saya sudah lulus tapi abang tetap abang asuh saya dulu. Kalau boleh tau, abang ingin minta tolong apa?"tanyaku sambil duduk di kursi sebelah nya
"Minta tolong buat kan acara syukuran untuk keponakan saya. Saya dengar dari teman lettingan mu, kata nya kamu itu bisa bikin konsep dan membantu buat acaranya" jawab nya
"Siap. Kalau gitu nanti saya bikin konsep nha setelah itu saya membantu membuat acara nya" ucapku
"Baiklah terima kasih,ndo." ucap nya sambil menupuk pundak ku
"Iya sama-sama,bang." jawabku
"Oh iya, itu adik mu?" tanya nya
"Hehehe,,, iya bang" jawabku
"Kayak nya saya pernah melihat nya tadi siang" ucapnya
"Benerkah, bang?" tanya ku
"Iya, tapi dimana ya?" ucap nya sambil mengingat-ngingat
"Oh iya saya baru ingat. Dia itu anak yang saya ceplosin waktu dia lewat di depan beberapa tentara barak tadi siang." ucap nya lagi
"Di ceplosin? Maksud nya bang?" tanya ku kurang paham dengan perkataan nya tadi
"Iya, dia dan teman lewat di depan tentara saat mereka sedang istirahat lari siang. Kemudian, dia dan teman nya itu bilang permisi dan di jawab oleh kami. Dan saya bilang sama dia" Itu yang di depan senyum manis kok yang di belakang senyum masam sih,dik". Ucap nya
"Oh begitu ya. Tapi reaksi dia pas abang berbicara itu seperti apa?" tanya ku penasaran
"Kalau itu saya tidak tau reaksi dia. Pasalnya setelah saya ngomong seperti itu dia langsung berjalan cepat" jawabnya
"Syukurlah"ucap ku
"Maksud mu?" tanya nya
"Iya, untung saja abang tidak di hadap nya. Kalau abang dihadapnya, aku tidak tau lagi apa yang akan terjadi" jawabku
"Parah itu kah sifat galak adik mu itu?" tanya nya
"Iya... Mungkin" jawabku
"Bang, saya pulang ya" ucap ku lagi
"Oh iya, terima kasih ya. Acara 1bulan lagi kok, jadi masih ada waktu buat kamu bikin konsep nya" ucapnya
"Siap, bang!" ucapku
"Ando, sampai kan permintaan maaf ku pada adik mu itu ya. Saya tidak dimaksud mengejek adik mu seperti itu" ucap nya
"Siap bang. Ya sudah saya pulang dulu bang. Assalamualaikum" ucapku
"Iya hati-hati. Wa'alaikumsalam" ucapnya
Akhirnya, selesai juga. Semoga Meidy tidak marah karena aku lama tadi. Ketika aku keluar, aku melihat Meidy yang sedang memainkan ponselnya.
"Dek, maaf ya abang lama" ucap ku dengan hati-hati takut nya dia marah
Lalu, dia menengok kearah berdiri. "Iya, gak apa-apa kok" jawab nya sambil tersenyum
"Dek, abang mau nanya boleh?" tanya ku
"Boleh. Silahkan" jawabnya
"Pas pulang sekolah kamu di ledek sama salah satu tentara pas mereka istirahat dan kamu sama Asya lewat didepan mereka" ucapku
"Iya. Abang tau dari mana?" tanya nya
"Kamu gak perlu tau bang bisa tau dari mana" jawabku
"Terus???" tanya nya sambil menaik alis sebelah nya
"Dia minta maaf sama kamu, dia gak bermaksud dan tidak sengaja mengucapkan nya" jawabku
"Ohhh,,, jadi dia adalah abang asuh nya bang?" tanya nya
"Iya,dek. Kamu mau kan maafin dia?" tanyaku
"Iya, aku udah maafkan" jawab nya sambil tersenyum
"Ya sudah, sekarang kita beli makanan nya. Ayo" ucapku sambil menyalakan mesin motor ku
Setelah membeli semua makanan yang diinginkan aku dan bang Ando pulang ke rumah...
"Assalamualaikum... Meidy pulang..." ucapku
"Wa'alaikumsalam" jawab Asya
"Ada pesanan ku gak, Mei?" tanya Asya
"Ada nih" ucapku sambil memberikan kantong berisi makanan pesanan Asya.