BAB 10

1151 Words
Sekarang Naya dan Sasa sudah di rumah ku, kami ber 4 sedang menunggu om Yusuf dihalaman belakang. Tak lama bel rumah ku berbunyi. Ting tong... Ting tong... Akupun segera beranjak dan berjalan membuka pintu pagar rumah. Aku mendapati om Yusuf sedang berdiri sambil tersenyum... "Assalamualaikum, Meidy" sapanya "Wa'alaikumsalam, om" ucapku "Ayo masuk dulu,om" ucapku menyuruh nya masuk Om Yusuf pun masuk dan duduk diruang tamu, om Yusuf berbincang dengan Ayah ku. "Mau berangkat sekarang, dek?" tanya om Yusuf kepadaku "Lhoo sekarang? Memang nya kamu tidak kecapean, Suf?" tanya ayahku "Ahhh tidak kok pak. Lagi pula saya hari ini lagi free nanti malam baru piket" jawabnya "Om Yusuf yakin mau berangkat sekarang?" tanyaku "Iya, saya yakin." ucapnya  "Ya udah, aku panggil temanku dulu ya" ucapku sambil menuju halaman belakang Akupun memanggil temanku yang sedang duduk dihalaman belakang. "Asya, Naya, Sasa. Ayo berangkat" ucapku "Lhoo emang nya om Yusuf nya udah sampai, mei?" tanya Asya "Udah, tuh lagi duduk diruang tamu sama ayahku" ucapku "Ohh ya udah lah" ucapnya sambil beranjak Kami ber 4 pun menuju keruang tamu. "Sudah siap?" tanya om Yusuf "Siap dong" jawab kami bersamaan "Ya sudah, pak. Saya pamit mau mengantarkan mereka pergi" ucap nya sambil mencium tangan ayahku "Iya, hati hati. Maafkan sudah merepotkan mu" ucap ayah Aku dan yang lain mencium tangan ayah lalu segera masuk kedalam mobil yang dibawakan om Yusuf. Didalam mobil suasana sangat berisik karena Asya, Naya, dan Sasa nyanyi di bangku tengah. Hanya aku dan om Yusuf yang terdiam. Yaaa aku duduk di depan sebelah bangku kemudi. "Pergi ke mall mau ngapain, mei?" tanya om Yusuf memecah keheningan antara ku dan nya "Mau jalan jalan aja,om." jawab ku masih fokus dengan ponselku                   ******* Asya pov Hari ini aku dan teman teman ku yang lain sedang ingin pergi ke mall terdekat. Aku, Naya, dan Sasa duduk dibangku tengah. Sedangkan Meidy duduk didepan sebelah bangku kemudi. Kami bertiga berisik menyanyi sesuka kami. Hanya om Yusuf dan Meidy yang terdiam... Beberapa menit kemudian mobil om Yusuf pun berhenti disebuah parkiran mall. "Sudah sampai nih" ucap om Yusuf "Hoorree akhirnya sampai" ucap kami bertiga bersamaan "Ihhh kalian bertiga ini berisik banget sih, bisa gak suaranya dikecilin sedikit" ucap Meidy kesal "Hehehe maafin kita bertiga ya,mei" ucap Naya "Om, terima kasih ya udah mau nganterin aku dan teman teman" ucapku "Iya sama sama. Kalian hati hati ya. Kalau mau pulang nelfon saya saja ya" ucap nya Aku, Naya, dan Sasa keluar duluan. Dan hanya meninggalkan Meidy di dalam mobil "Om, terima kasih ya. Maaf kalau aku, Asya dan yang lain ngerepotin" ucap Meidy "Iya sama sama, kamu hati hati ya." ucap om Yusuf sambil tersenyum Akhirnya, Meidy keluar dari mobil. Om Yusuf pun melaju mobil nya dan kami berempat segera mau kedalam mall tersebut.                  ********* Setelah aku dan yang lain berpamitan dengan om Yusuf, kami masuk kedalam mall. "Sya, kita mau kemana nih?" tanyaku "Hmm, aku gak tau nih" jawabnya sambil mengedarkan pandangan nya "Gimana kita nonton bioskop dulu, lumayan sekarang film nya bagus bagus nih" ajak Naya "Iya tuh bener kata Naya" timpal Sasa "Hmm, boleh juga tuh. Ayolah" ucapku sambil menaiki eskalator Kami berempat langsung menuju ke bioskop tersebut. Sesampai disana Naya dan Sasa membeli tiket nya, sedangkan aku dan Asya membeli popcorn dan minuman. Selesai beli tiket dan makanan juga minuman, kami langsung masuk keruang bioskop. Setelah 1 jam lebih akhirnya film nya pun habis dan kami pun segera keluar. "Habis ini kita mau kemana nih?" tanya Naya "Kita makan aja yukkk" jawabku "Boleh tuh, kita ditempat biasa aja ya" ucap Asya Kami pun langsung menuju ke tempat makan yang biasa kami kunjungi. Setelah memesan menu makanan nya, kami berbincang sedikit sambil menunggu pesanan kami datang. "Rencana kamu setelah lulus SMA mau kemana,mei? Kuliah?" tanya Sasa "Iya, mau nya sih kuliah" jawabku "Kuliah dimana, mei? Ambil jurusan apa?" tanya nya lagi "Kuliah di Jakarta aja, gak usah jauh jauh. Mau ngambil jurusan Hukum aja, Sa" ucapku "Ihhh kok kamu ngikutin aku sih,mei" ucap Asya "Emang nya kamu mau ngambil jurusan hukum juga, kamu gak pernah bilang sama aku" ucapku "Hehe bagus deh kalau kamu sama kayak aku jurusan nya. Semoga kita 1 kuliahan ya" ucap Asya Tak lama pesanan kami pun datang, kami segera melahap makanan kami... "Selamat makan semua" ucap Naya Kami hanya mengganggukan kepala dan melanjutkan makan kami. Setelah selesai makan kami ingin mencari buku di gramedia yang ada di mall itu. Naya dan Sasa berpencar dengan ku dan Asya. "Kamu mau beli buku apa, sya?" tanyaku "Aku mau beli buku novel, mei" jawab nya "Kalau kamu?" tanya nya "Aku juga mau beli novel" jawabku sambil melihat judul novel Setelah selesai membeli buku, kami keluar dari gramedia itu dan ingin pulang kerumah. "Mei!" ucap Asya "Kenapa? Kita mau pulang kan? Kenapa kamu gak nelfon om Yusuf?" tanyaku "Iya, kita emang mau pulang. Kamu aja ya yang nelfon om Yusuf nya" jawab nya "Kenapa harus aku?" tanyaku heran "Batre ponsel ku low,mei" jawabnya "Ya udah aku nelfon dia dulu ya" ucapku Setelah menelfon om Yusuf kami melanjutkan jalan menuju lobby... "Mei, Sya!" ucap Naya "Kenapa?" tanyaku dan Asya bersamaan "Anterin aku dan Sasa kekamar mandi yuk!" ucapnya "Ya udah" ucapku sambil berjalan kearah kamar mandi Kami sampai didepan kamar mandi. "Aku dan Asya tunggu di sini ya" ucapku "Oke" ucap Naya sambil masuk kekamar mandi Aku dan Asya mencari tempat duduk. Saat aku dan Asya berjalan tiba tiba... "Haiii dek cantik" ucap orang itu Asya berbisik kepadaku,"Mei, itu siapa?" tanyanya "Gak tau" jawabku Akupun melirik kearah orang itu dengan tajam. "Maksud mu apa?" tanyaku "Tidak apa apa. Saya hanya bilang 'cantik'" ucapnya sambil menatap wajah Asya "Kemana mata mau menatap wajah teman ku seperti itu?" tanyaku Tidak ada jawaban darinya, dia masih menatap wajah Asya. "Mei, kenapa dia menatapku kayak gitu?" tanya Asya sedikit berbisik "Sudah kamu diam aja" jawabku "Kalau kamu masih menatap temanku seperti itu, akan ku colok matamu" ucapku sedikit kesal. "Wooiii,suh. Jangan menatap wajah teman nya seperti itu, kalau mata kau tak ingin dicolok oleh nya" bisik teman sebelah nya tapi masih bisa terdengar olehku... "Galak banget sih. Lagi pula saya sedang menatap wajah teman mu bukan menatap kamu" ucapnya sambil berdiri "Daassarrr menyebalkan" ucapku sedikit emosi. Aku meninggalkan tempat itu dan menarik tangan Asya agar segera pindah dari tempat itu... "Lama sekali Naya dan Sasa di dalam" ucapku sambil menatap jam tanganku "Mei, orang itu masih aja ngeliatin." ucap Asya "Ngeliatin siapa? Aku atau kamu?" tanyaku "Dari tadi dia ngeliatin kamu" jawabnya Mendengar jawaban Asya, aku langsung menoleh kearah cowo itu. Dan setelah ku menoleh ke arah nya, dia langsung mengalihkan pandangan nya. "Seperti nya dia tentara" ucapku "Masa sih, mei? Kamu tau dari mana?" tanya Asya "Kelihatan dari postur tubuh, potongan rambut nya, dan tatapan nya. Tatapan nya itu sangat tajam" ucapku Asya hanya mengganggukan kepala nya Tak lama akhirnya Naya dan Sasa menghampiri kami. "Ayo, aku udah selesai nih" ucap Naya "Lama banget, antri ya" ucapku sambil beranjak pergi "Iya, antri banget" jawabnya Di lobby om Yusuf sudah menunggu kami di dalam mobil nya. Aku melihat dari kaca mobil ternyata om Yusuf tertidur, selama itu kah dia menunggu kami keluar. Aku pun mengetuk kaca mobil, dan om Yusuf pun terbangun dari tidur nya. "Hehe maaf maaf, saya ketiduran" ucapnya sambil membuka pintu mobil "Iya gak apa apa. Maaf ya om, kita lama keluar nya sampai om tidur disini" ucap Asya "Iya, tidak apa apa. Ayo masuk" ucapnya Kami pun masuk kedalam mobil. "Mereka kayak nya kecapean deh" ucap om Yusuf sambil melihat kebelakang "Iya"jawabku. Yang benar saja ternyata mereka bertiga sudah tertidur. Bersambung....
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD