Saat sedang makan, Asya termenung mencerna apa yang ucapkan oleh Meidy.
"Sya, itu makanan nya keburu dingin. Jangan di liatin doang," tegur Meidy saat melihat Asya menghiraukan hidangan makanan nya.
"Hah? Kenapa, Mei?" Kaget Asya sambil celingak-celinguk
"Itu makanan jangan dianggurin doang, ntar keburu dingin." Asya mengangguk.
Sebelum makan, Asya seperti melihat seseorang yang tak asing bagi nya. Asya pun menarik lengan baju Meidy yang sedang asik makan.
"Mei! Mei!" Meidy melirik tajam pada Asya yang menganggu ritual makan nya.
"Apaan sih? Ganggu aja," gerutu Meidy
"Itu, Mei. Kayak kenal deh, tapi siapa yaa?" Meidy mengikuti arahan yang ditunjuk Asya.
"Wehh bener tuh kayak kenal dari perawakan nya," pikir Meidy. "Sya, itu kak Fadlan kan.. kok dia sama cewek lain?" Heran Meidy
"Ahh masa sih itu kak Fadlan. Tadi kabarnya kak Fadlan ada latihan nembak malam ini, nggak mungkin dong kalo dia berbohong." Ucap Asya tak percaya
"Yaa kali aja dia bohong sama kamu buat jalan sama cewek lain, nama nya juga cowok kan." Ucap Meidy. "Gini deh, buat memastikan itu kak Fadlan atau bukan. Coba kamu chat dia, tanya dia lagi dimana." Lanjut Meidy.
Asya mengikuti saran Meidy, ia pun mengirim pesan ke kak Fadlan.
Kak Fadlan
Kak Fadlan, lagi dimana? Send
Ini kakak lagi prepare buat latihan nembak.
"Mei, ini kak Fadlan bilang lagi prepare buat latihan." Meidy mengerutkan alis nya
"Kok aneh sih, coba bilang kok masih sempat bales chat kamu?" Asya mengangguk
Kok masih sempat balas chat ku, kak? Send
Read
"Mei, ini cuma dibaca aja nggak dibalas lagi." Ucap Asya
"Firasat ku kok nggak enak yaa.. itu cowok emang dah.." ucap Meidy.
Cowok yang diduga mirip Fadlan pun menoleh, memanggil pelayan.
Brakkk... (Meidy pun menggebrak meja dan berteriak)
"Tuh kan,, itu kak Fadlan.." teriak Meidy
Semua orang yang ada di cafe pun terkejut dan langsung menoleh kearah Meidy dan Asya, termasuk Fadlan dan cewek nya..
Meidy berjalan menghampiri Fadlan dan memarahi Fadlan. Asya pun mengikuti Meidy dari belakang.
"Bener yaa pemikiran gua selama ini tentang lu, kak.. gua nggak nyangka," ucap Meidy
Asya menahan air mata yang mulai tak terbendung. Asya pun berlalu meninggalkan mereka. Tetapi, ditahan oleh Fadlan.
"Sya, kakak bisa jelasin semua nya sama kamu." Ucap Fadlan
Asya menghempas kasar tangan Fadlan dan pergi dari cafe.
Meidy menoleh kearah salah satu sahabat mereka, Naya.
"Ohh, gua nggak nyangka sama lu, Nay." Ucap Meidy. Meidy pun menyusul Asya menuju parkiran.
Selama perjalanan, Asya meneteskan air mata nya. Entah lah rasa nya sangat sakit, sakit tak berdarah.
Sesampai dirumah Meidy, Asya menangis tambah kencang. Meidy berusaha menenangkan Asya.
"Sya, masuk dlu yuk sebentar jangan nangis di depan rumah aku entar di sangka kenapa-kenapa sama tetangga" Ucap Meidy
"Ya udh ayok Meidy" Ucap Asya
"Mei, kok rumah kamu sepi banget yg lain pada kemana?"
"Gak tau sya, tadi ada bang nando mungkin dia sedang keluar"Ucap Meidy
Tiba-tiba ada seseorang yg datang ke rumah Meidy...
Meidy pun berjalan ke arah pintu dan meninggalkan asya yg sedang menangis di kamar Meidy.
"Assalamualaikum," salam seseorang membuka pintu utama
"Wa'alaikumsalam." Jawab Meidy
"Loh itu siapa yang nangis, dek?" Tanya Nando
"Itu Asya, bang.." jawab Meidy
"Nangis kencang banget sampe kedengaran ini. Kayak nya sedih banget, kenapa sih?" Tanya Nando, kepo.
"Tadikan aku dan asya sedang di sebuah cafe dan tanpa sengaja bertemu dengan Fadlan dengan seorang perempuan, padahal si fadlan bilang ke si asya kalau dia sedang latihan menembak dan lebih parahnya perempuan yg sama Fadlan itu Naya" Ucap Meidy
"Kurang aja dia, sekarang asyanya dimana?"Ucap bang nando
"Di kamar aku bang" Ucap Meidy
Bang nando pun segera berjalan ke arah kamar Meidy dan di susul dengan Meidy
"Asya" Ucap bang nando
"Eh bang nando"Ucap asya
"Kamu kenapa?"Ucap bang nando
"Gpp kok bang" Ucap asya sambil berusaha menghapus air matanya
"Gak usah di sembunyikan Abang tau kamu sedang ada masalah" Ucap bang nando
"Iya, bang aku sedang ada masalah" Ucap asya
"Sudah lah jangan nangis lagi nanti cantiknya hilang, coba besok di selesaikan dan di bicarakan baik-baik" Ucap bang nando
Tiba-tiba hp asya pun bunyi dan mendapatkan notifikasi pesan..
Naya
Sya, besok aku ingin berbicara sama kamu. Apa kamu bisa? Besok kita ketemuan?
"Dari siapa sya?" Ucap Meidy
"Dari Naya Mei, dia bilang besok dia mau bicara sama aku"Ucap asya
"Nah ya udh besok kita selesaikan saja masalahnya ajak saja Fadlan dan dia kesini" Ucap bang nando
"Iya bang"Ucap Asya
Ya sudah besok kamu ke rumah Meidy saja nay jika ingin bertemu dengan ku ajak Fadlan juga. Send
Baiklah jam berapa?
Jam 10 pagi saja. Send
Okay sya
"Gimana dia mau ketemuan di sini?" Ucap bang nando
"Mau kok bang, aku bilang jam 10 pagi saja ketemuannya" Ucap asya
"Oke berhubung abang besok libur nanti Abang bantu selesaikan masalahnya" Ucap bang nando
"Sya, mendingan kamu nginap di sini saja " Ucap Meidy
"Ya sudah deh, aku nginap disini saja" Ucap asya
"Tapi kamu telepon dlu ke orang tua kamu kalau kamu menginap di rumah Meidy takutnya kalau g izin orang tua kamu khawatir" Ucap bang nando
"Iya, bang" Ucap asya
"Ya udh sekarang tidur udh malem" Ucap bang nando sambil meninggalkan asya dan Meidy
Asya pun terus menangis sampai dia tertidur, meidy hanya bergelng kepala karena dia sudah mencoba menenangkan Asya tetapi asya tak mengorangkan. Dan akhirnya Meidy pun menyusul tidur
Keesokkan paginya~
"Sya, bangun sudah subuh kita sholat subuh dlu yuk itu sudah di tunggu bang nando di bawah" Ucap Meidy
"Iya, Meidy" Ucap Asya
"Ya sudah ntar nyusul saja ya kebawah kita solat berjamaah" Ucap Meidy
Asya pun segera bangun dan segera ambil wudhu, selesai berwudhu asya segera turun kebawah untuk sholat subuh berjamaah
Setelah selesai sholat~
"Sya, kalau kamu masih mengantuk lebih baik kamu tidur lagi sana. Aku tau kamu capek menangis"
"Iya mei, mataku lelah sekali gara-gara menangis. Aku dluan ya" Ucap asya
Asya pun meninggalkan bang nando dan Meidy...
Skip..
"Sya, bangun ini sudah jam 9 pagi" Ucap Meidy
"Wah aku bangun terlalu siang" Ucap asya sambil menoleh ke arah jam dinding
"Udh sana mandi sebentar lgi Fadlan kesini" Ucap Maudy
Asya pun rapih rapih dan tanpa di sadari jam sudah menunjukkan pukul 10 pagi
Tok tok tok...
"Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam oh Naya Fadlan, silahkan masuk" Ucap bang nando
"Mei, sya tamunya sudah datang nih" Ucap
Meidy dan asya pun segera ke arah ruang tamu dan benar saja di sana sudah ada Fadlan dan Naya. Dan suasana canggung seketika
"Coba jelaskan ada masalah apa ini sebenarnya?" Ucap bang Nando
"Hm gini bang" Ucap Fadlan
Saat Fadlan ingin ngomong tiba-tiba Meidy pun memutus omongan nya Fadlan dan langsung menyambar apa yg di omongkan Fadlan
"Jadi gini loh bang kemarin aku sama asya lagi makan nah terus si asya melihat Fadlan sama cewek dan ternyata ceweknya itu adalah Naya yg bukan lain sahabatnya asya sendiri" Ucap Meidy ketus
"Sumpah, aku gak tau kalau kak Fadlan ini pacarnya Asya" Ucap Naya
"Udh lah gak usah alasan" Ucap Meidy
"Sumpah emng bener aku gak tau, aku sudah lama gak bertemu dengan asya karena asya ke Palembang. Bahkan kak Fadlan selalu bilang kalau dirinya itu jomblo" Ucap Naya
Asya hanya bisa menangis dan tak berucap sepatah kata pun..
"Udh stop jangan malah berdebat kita disini ingin menyelesaikan masalah dengan cara baik-baik" Ucap bang nando
"Saya mau nanya ke kamu Fadlan apa alasan kamu selingkuh dari Asya?"
"Hm alasannya karena.........." Ucap Fadlan