Kiana pov Satu minggu kemudian Aku telah diizinkan untuk kembali ke kantor. Kini aku menatap tampilanku di depan cermin. Setelah memastikan tampilanku sudah rapi, segera ku ambil tas dan ponselku lalu berangkat ke kantor. Setibanya di kantor. Tak ada yang menyambut kedatanganku tatapan mereka menyiratkan kebencian. Sama halnya saat aku meninggalkan kantor kemarin. Sepertinya mereka masih marah denganku. Bahkan salah satu teman kerja yang sudah aku anggap sebagai sahabat mulai memalingkan wajah padaku. Dia juga ikut-ikutan membenciku. Aku pun duduk di tempatku mencoba tak perduli dengan tatapan mereka. Tiba-tiba saja salah satu wanita mendekatiku dan mebawakan beberapa tumpukan berkas untukku. “Cepat kerjakan ini. kemarin kau sudah enak-enakan diberi libur. Saatn

