Esok harinya, aku kembali diberikan tugas yang menumpuk. Membuatku berkeja lebih giat tanpa istirahat. Untungnya ada Pak Yu yang selalu membawakanku bekal saat jam istrahat. Saat para karyawan telah kembali. Pak Yu pun segera kembali ke ruangannya. Agar tak ada yang melihat kami. “Apa kau membawa bekal ke kantor hari ini?” tanya salah satu karyawan yang melihat sebuah bekal di atas meja kerjaku. “Emm.” Setelah pembicaraan singkat itu kami kembali sibuk dengan pekerjaan kantor. Saat jam menunjukkan pukul sembilan malam barulah aku pulang. Hari ini aku pulang lebih cepat dari kemarin. Kini aku berada di halte bus. Menunggu bus atau pun taksi yang akan lewat. Baru beberapa menit aku menunggu tiba-tiba saja Xue Mei lewat bersama dengan

