"Ya gak suka aja." "Husein soleh, ganteng, baik, sukses sama karirnya, udah mapan juga. Pekerja keras dan bisa sampai di titik ini. Dia bahkan disebut penerus om Tio. Suatu saat bisa jadi direktur cabang perusahaannya om Regan juga. Apa coba kurangnya?" Rain tentu mendelik. Keduanya malah asyik mengobrol sambil menunggu dua bocil main di Timezone. Hahahaha. Biasanya sih mereka akan ikut bermain. Tapi Rain tumben-tumbennya mengajak duduk saja. Sedang malas hari ini. Tapi tadi makannya banyak sekali. Hahaha. "Kalo gue balik nih, lo emangnya mau sama bang Husein?" "Gak lah...." "Tuh kaaaan!" "Gue kan cowok! Masa suka sama cowok?" Ardan terbahak sendirian. Rain ingin sekali menyumpalnya dengan seduatu. Hahahaha. Ia dongkol sekali karena semua orang, bukan hanya Ardan, sangat mengingink

