"Temen kamu itu mau berbuat buruk. Tadi yang kasih tahu aku permasalahannya ya dokter di rumah sakit. Tadi juga bareng aku ke hotel. Terus aku suruh ngejar teman kamu itu. Gak tahu lagi setelah itu." Lala terdiam mendengarnya. Tak tahu harus berkata apa. "Lihat kan tadi ada cowok." Tentu saja Lala tahu. Wajahnya juga sangat familiar. Lala tak mungkin lupa dengan cowok yang waktu itu juga macam-macam dengannya. Ia jadi merinding. Ya makinnkecewa sama Rachell. Kali ini, ia benar-benar ingin memutus pertemanan. Perempuan itu tak kapok-kapok mengerjainya. Memangnya ia salah apa coba? Ia bahkan tak melakukan apapun tapi selalu dituduh. Sekarang memang sudah dalam perjalanan pulang menuju rumah sakit. Ardan mengantarnya pulang. Mamanya tadi sempat menelepon. Tentu saja menanyakan keberadaan

