"Iya. Mama kan sempet jatuh waktu di terasnya itu. Nah itu abang itu yang nolongin, ma. Revi juga baru tahu waktu lihat plat nomornya. Itu bener-bener dia, ma!" Ia bahkan tampak riang saat mengatakan itu. Tak henti-hentinya ia berkisah. Mamanya tersenyum tipis. Revi jarang sekali bisa seceria ini. Rasanya baru kali ini ia melihatnya tampak begitu ceria dan semangat hanya untuk menceritakan satu orang. Ya setidaknya pikirannya teralihkan dari persoalan perceraian mamanya. Ada peperabgan harta juga. Kan papanya sudah mencoba menghubunginya. Tentu saja meminta baik-baik surat itu. Tapi Revi akan membawa itu ke jalur hukum. Meski ia tak tahu cara untuk memenangkannya. Kita tak pernah tahu kan? Namanya juga mencoba. Lala? Tentu saja mendengar. Walau ia tak tahu siapa 'abang itu'yang dimaksu

