"Awas lo kalo lupa sama janji lo buat ketemu Rachell." Dina mengingatkannya ketika ia hendak berangkat pagi ini. Ya kan ada pekerjaan. Ia hanya mengangguk saja. Ya ia temui saja lah. Toh sepertinya juga baik. Jadi dicoba saja dulu seperti ia bertemu dengan para gadis lainnya. Ini namanya penjajakan yang tak berhenti ya? Namanya juga usaha sih. Ia mengemudikan mobilnya tapi di tengah jalan justru dicegat Arinda dan Rain. "Kenapa?" Ia menurunkan kaca jendelanya. Dua bocah tengil itu menyuruhnya masuk ke dalam mobil mereka saja. Mobil jeep Arinda sih lebih tepatnya. "Ikutan aja misi kita, bang. Lo ada urgensi di kantor?" "Ada kerjaan gue. Ada meeting. Nanti aja sekitar jam sebelasan jemput gue di kantor." Dua gadis itu mengiyakan. Ardan melaju lagi. Kali ini benar-benar ke kantor. Ia

