"Dan!" Beruntung memang karena Dina muncul. Tentu saja Dina melihat keberadaan Rachell. Ardan buru-buru mengembalikan ponsel gadis itu lalu merangkul Dina sembari berpamitan. Ya biar terhindar dari gadis itu. Dina juga agak aneh melihatnya. Ya aneh lah. Melihat Ardan mendadak bersama Rachell. "Lo ngapain ngobrol sama dia?" "Gue gak ngobrol. Gak tahu kalo dia di situ." "Gak usah diladenin. Orang-orang juga ngehindari dia di sini. Takut bermasalah." Ardan mengangguk-angguk. Ya memang terlihat dari wajahnya. Ah kasusnya kemarin juga sudah cukup menggambarkan kok kalau berurusan dengan orang seperti itu akan ribet sekali. "Yaaaah...." Rachell jelas kecewa lah. Mendadak ditinggal pergi begitu saja oleh Ardan. Ia mencebikkan bibirnya. Tak bisa marah. Begitu masuk ke dalam mobil bersama m

