"Kalo Ayah, yang penting orangnya baik. Keluarganya mau menerima kamu. Memperlakukanmu dengan baik seperti anak sendiri. Itu sudah lebih dari cukup." Obrolan mereka sepanjang pagi justru tentang yaa Ardan dan keluarganya. Meski pernah bertemu tapi Ayahnya Lala kan tak begitu tahu ya. Karena kala itu ya acaranya Fara. Jadi mereka hanya fokus pada acara pernikahan itu. Tidak fokus pada yang lain. Ardan juga yang pernah bertemu di sana dengan Lala juga tak begitu ingat kok. Lala sih ingat tapi kan waktu itu tak mengenal Ardan. Ya hanya sekilas jadi tak tahu juga Ardan seperti apa. Tapi setelah mengenal ternyata orangnya baik ya. Jadi terasa menyenangkan. "Tapi sebelumnya, Ayah tetap harus pastikan ia orang yang seperti apa." Lala terkekeh. Memanya tampak tersenyum tipis meski sedang menge

